Maksimalkan PJJ, Pemerintah Disarankan Benahi Infrastruktur Internet
Minggu, 30 Agustus 2020 - 19:53 WIB
Sejumlah siswa mengikuti proses belajar-mengajar dengan daring atau jarak jauh di Papua. Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tetap menjadi jalur utama sistem pembelajaran di masa pandemi ini. Bantuan kuota internet dinilai sudah baik namun pemerintah disarankan untuk membenahi infrastruktur internet untuk mendukung PJJ ini.
Pengamat Pendidikan Asep Saefuddin berpendapat, kepeduliaan Kemendikbud untuk meringankan kebutuhan PJJ dosen, guru, siswa, dan mahasiswa tentu harus diapresiasi oleh semua kalangan. Setidaknya, kata dia, bantuan ini sangat membantu permasalahan PJJ untuk jangka pendek. (Baca juga: Fokus PJJ, Kemendikbud Jangan Lupakan Siswa Miskin yang Sekolah Luring )
Akan tetapi persoalan infrastruktur, tutur Asep, penyediaan infrastruktur internet tetap harus menjadi prioritas. "Selain itu pendekatan bantuan kuota data mendukung PJJ ini masih bias kota. Di daerah, banyak murid yang belum tentu punya gawai (HP),” katanya kepada SINDOnews, Minggu (30/8).
Rektor Universitas Al Azhar ini menuturkan, untuk menghadirkan solusi dari PJJ ini harusnya ada kajian dulu terkait persoalan apa yang sangat penting untuk dibenahi. "Apakah benar isunya di pulsa? Saya melihat bukan itu,” ungkapnya. (Baca juga: Kemendikbud Beri Bantuan Kuota, Pemda Harus Bergerak Cepat )
Pengamat Pendidikan Asep Saefuddin berpendapat, kepeduliaan Kemendikbud untuk meringankan kebutuhan PJJ dosen, guru, siswa, dan mahasiswa tentu harus diapresiasi oleh semua kalangan. Setidaknya, kata dia, bantuan ini sangat membantu permasalahan PJJ untuk jangka pendek. (Baca juga: Fokus PJJ, Kemendikbud Jangan Lupakan Siswa Miskin yang Sekolah Luring )
Akan tetapi persoalan infrastruktur, tutur Asep, penyediaan infrastruktur internet tetap harus menjadi prioritas. "Selain itu pendekatan bantuan kuota data mendukung PJJ ini masih bias kota. Di daerah, banyak murid yang belum tentu punya gawai (HP),” katanya kepada SINDOnews, Minggu (30/8).
Rektor Universitas Al Azhar ini menuturkan, untuk menghadirkan solusi dari PJJ ini harusnya ada kajian dulu terkait persoalan apa yang sangat penting untuk dibenahi. "Apakah benar isunya di pulsa? Saya melihat bukan itu,” ungkapnya. (Baca juga: Kemendikbud Beri Bantuan Kuota, Pemda Harus Bergerak Cepat )
Lihat Juga :