UKRIDA Dorong Penerapan Bioetika Kristen di Dunia Medis melalui Simposium Internasional

Selasa, 19 November 2024 - 20:30 WIB
Terselenggaranya simposium internasional ini sebagai wujud dari pentingnya mempersiapkan calon tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam tentang aspek etis dalam praktik medis. Lebih dari 100 peserta dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, praktisi medis, akademisi, dan masyarakat umum, turut berpartisipasi dalam diskusi mengenai bioetika Kristen ini.

Selanjutnya, Dr. Lydia Pratanu, MS dari RSAB Harapan Kita menjelaskan perspektif praktis tentang teknologi genetika dan implikasi etisnya. Ia menyoroti kemajuan tes genetik dalam praktik kebidanan modern sembari mengingatkan tentang dilema etis yang menyertainya. "Sebagai umat Kristiani, kita perlu memastikan bahwa teknologi digunakan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti Tuhan," jelasnya.

Prof. Dr. David G. Smithard dari University of Greenwich, UK, juga menyampaikan tantangan pelayanan medis sehubungan dengan akhir kehidupan. Terkait euthanasia, ia menekankan pentingnya pendampingan pasien hingga akhir hayat, dimana tugas utama praktisi medis adalah memberikan perawatan terbaik dengan pendekatan holistik yang memperhatikan aspek fisik dan psikologis pasien, bukan mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri kehidupan.

One Day Symposium on Christian Bioethics menghasilkan beberapa rekomendasi strategis, termasuk pengembangan panduan etis praktis dan pembentukan kelompok diskusi fokus untuk topik-topik spesifik. Forum ini menjadi momentum penting yang mempersatukan gereja, tenaga kesehatan, dan institusi Kristen di Indonesia dalam menghadapi tantangan bioetika kontemporer.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!