Mengenal Wahyudi Aksara, Guru Muda yang Nyalakan Pelita di Tanah Borneo

Senin, 25 November 2024 - 14:09 WIB
“Pada akhirnya pendidikan itu harus memerdekakan mereka siswa dalam pikiran, dan sejak dalam pengalaman, disertai dengan unsur kearifan lokal dan kedaerahannya mereka. Penting untuk mengajarkan generasi saat ini melalui pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT), mereka diajarkan sesuai dengan kedekatan wilayah budaya bangsa dan bahasa,” tuturnya.



Wahyudi Aksara berfoto bersama murid-muridnya. (Foto: dokumen pribadi)

Dalam hal ini, Ki Hajar Dewantara, menjadi sosok yang sangat menginspirasi Wahyudi. Selain menggali lebih dalam mengenai konsep pembelajaran, Wahyudi kemudian memahami bahwa profesi guru adalah sebuah pengabdian, sebab guru harus terus menjadi seorang pembelajar sepanjang hayatnya.

“Perubahan kurikulum itu akan sesuai dengan tuntutan zaman. Sesuai dengan prinsip Ki Hajar Dewantara yang pada akhirnya kita lah yang mesti bisa mengimbanginya dengan cara tidak pernah lelah untuk belajar. Karena tugas guru adalah pembelajar sepanjang hayat,” ucapnya.

Tidak hanya dicintai dan ditunggu kehadirannya di kelas, Wahyudi juga memiliki segudang prestasi di luar kelas. Ketertarikannya dalam gelanggang pendidikan juga dicurahkan melalui ranah literasi. Terbukti, Wahyudi berhasil menjadi juara harapan 1 lomba “Pembawa Acara” Kalimantan Barat 2018, dan Fasilitator Literasi Baca-Tulis Regional Kalimantan 2018.

Dia pun terpilih menjadi “Guru Inspirator” SMP dan SMA Pelita Cemerlang 2019, serta Pemuda Pelopor Kabupaten Kubu Raya Bidang Pendidikan 2020. Wahyudi juga menyabet trofi Juara 2 Lomba Menulis “Cerita Guru Inspiratif” Tingkat Nasional 2022. Prestasi-prestasi inilah yang memantik semangat Wahyudi untuk terus berkarya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!