Profil SMA Dempo Malang: Sekolah Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono, 2 Mamak Pendaki yang Gugur di Gunung Carstensz
Kamis, 06 Maret 2025 - 08:16 WIB
SMA Katolik Santo Albertus Malang, yang sering disebut sebagai SMA Dempo, adalah sekolah menengah atas Katolik pertama di Kota Malang, Jawa Timur. Didirikan pada tahun 1936 oleh Ordo Karmel, sekolah ini awalnya bernama Rooms Katholiek Algemene Middelbare School (RKAMS) St. Albertus.
Dilansir dari situs resminya, Sekolah ini merupakan SMA Katolik pertama yang berdiri di kota Malang. Pendiri dan pengelolanya adalah Yayasan Sancta Maria, milik serikat para imam dan biarawan ordo Karmel.
Pada tahun 1936, ketika para Karmelit yang berkarya di Indonesia masih merupakan bagian dari provinsi alat Belanda, sekolah ini didirikan untuk mendidik generasi muda bangsa Indonesia.
Sampai dengan tahun 1942, sekolah ini hanya menerima siswa laki-laki pilihan. Dimana pada saat itu sekolah ini berlokasi di kawasan Rampal (dekat tangsi militer Belanda waktu itu).
Sekolah Swasta ini sempat ditutup dari 1942-1946, karena gedung baru yang berada di jalan Talang, Malang dirampas oleh Angkatan Udara Balatentara Jepang dan digunakan sebagai markas.
Baca juga: Mengenal Yellow Valley di Puncak Carstensz, Tempat Fiersa Besari Terjebak Berhari-hari
Barulah pada tahun 1946 sekolah dibuka lagi di gedung yang sekarang ditempati oleh para biarawati Ursulin (OSU), pengelola SMA Cor Jesu. Pada tahun ini juga, sekolah tersebut untuk pertama kali menerima siswi atau pelajar perempuan.
Dilansir dari situs resminya, Sekolah ini merupakan SMA Katolik pertama yang berdiri di kota Malang. Pendiri dan pengelolanya adalah Yayasan Sancta Maria, milik serikat para imam dan biarawan ordo Karmel.
Pada tahun 1936, ketika para Karmelit yang berkarya di Indonesia masih merupakan bagian dari provinsi alat Belanda, sekolah ini didirikan untuk mendidik generasi muda bangsa Indonesia.
Sampai dengan tahun 1942, sekolah ini hanya menerima siswa laki-laki pilihan. Dimana pada saat itu sekolah ini berlokasi di kawasan Rampal (dekat tangsi militer Belanda waktu itu).
Sekolah Swasta ini sempat ditutup dari 1942-1946, karena gedung baru yang berada di jalan Talang, Malang dirampas oleh Angkatan Udara Balatentara Jepang dan digunakan sebagai markas.
Baca juga: Mengenal Yellow Valley di Puncak Carstensz, Tempat Fiersa Besari Terjebak Berhari-hari
Barulah pada tahun 1946 sekolah dibuka lagi di gedung yang sekarang ditempati oleh para biarawati Ursulin (OSU), pengelola SMA Cor Jesu. Pada tahun ini juga, sekolah tersebut untuk pertama kali menerima siswi atau pelajar perempuan.
Lihat Juga :