Sekolah Adiwiyata Didorong Berkontribusi Langsung dalam Pengelolaan Sampah

Jum'at, 21 Maret 2025 - 10:52 WIB
"Lomba Speak Up dan Kreasi Daur Ulang menjadi cara kreatif dalam membangun kesadaran dan inovasi di kalangan pelajar," kata Jeffri.

Menurut Jeffri, pihaknya bersama Shind Jogja sudah menggagas edukasi dan aksi nyata melalui program SAMTAKU (Sampahku Tanggung Jawabku). Program ini berupa pembinaan dan pendampingan sekolah Adiwiyata , Bank Sampah Induk Kota Yogyakarta, dan Bank Sampah Unit di Kota Yogyakarta.

Diketahui, setelah penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan pada 2024, pengelolaan sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membutuhkan kecepatan dan kolaborasi berbagai pihak. Direktur Eksekutif Shind Jogja Maulana Sriyono mengungkapkan bahwa saat ini tiga daerah di DIY yaitu Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul harus mengelola sampah secara mandiri.

"Program SAMTAKU menyasar peningkatan perilaku ramah lingkungan hidup agar siswa memahami dalam pengurangan sampah yang dihasilkan (3R)," kata Maulana.

Saat ini, sekolah Adiwiyata dan keberadaan Bank Sampah Induk Kota Yogyakarta memiliki jejaring di BSU (Bank Sampah Unit) yang berdekatan, sehingga mempermudah sekolah bekerja sama dalam penanganan sampah anorganik (plastik, kertas, dan sejenisnya). Namun, peningkatan partisipasi masyarakat luas dan infrastruktur pengelolaan sampah yang lebih baik masih menjadi tantangan.

Baca Juga: UI Dukung Program Sekolah Adiwiyata dengan Edukasi 3R
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!