6 Provinsi Jadi Fokus Pemberantasan Buta Aksara

Jum'at, 04 September 2020 - 20:46 WIB
Mantan Kadis Pendidikan Jateng ini menjelaskan, meski telah memegang keberhasilan yang baik namun masih ada hal yang mesti diperjuangkan dalam pemberantasan buta aksara ini. Sebab, ujarnya, ada enam provinsi yang tingkat buta aksaranya masih mengkhawatirkan. (Baca juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan, Sekolah dan Guru Penggerak akan Diperkuat )

Jumeri menuturkan, enam provinsi itu adalah Papua dengan tingkat buta aksara secara nasional masih 21,9%, Nusa Tengara Barat 7,46%, Nusa Tenggara Timur 4,24%, Sulawesi Selatan 4,22%, Sulawesi Barat 3,89% dan Kalimantan Barat 3,81%.

Selain itu untuk setiap kelompok umur yakni umur 15 tahun, umur 15-24 tahun dan 15 hingga 59 tahun persentase penduduk pedesaan yang buta aksara sekitar lebih dari dua kali perkotaan.

Jumeri juga menyebut, secara rata-rata nasional jumlah buta aksara perempuan juga lebih tinggi daripada laki-laki. "Ini berarti kesetaraan gender kita masih harus diperjuangkan sehingga perempuan mendapat kesempatan untuk menjadi warga melek huruf," ungkapnya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!