Efisien dan Tepat Sasaran: Mekanisme Tunjangan Langsung ke Rekening, Banjir Pujian Para Guru
Jum'at, 11 April 2025 - 13:30 WIB
"Hal ini memudahkan kami para guru dalam menerima hak kami, dan secara pribadi, saya merasa sangat senang dengan adanya kebijakan yang lebih praktis seperti ini. Kita tidak lagi direpotkan, tidak lagi diribetkan dengan permasalahan berkas-berkas lainnya," katanya.
Ia juga bersyukur, kebijakan yang baru saja dicanangkan Presiden tersebut, dalam beberapa hari kemudian langsung terealisasi dan masuk ke rekeningnya. "Hal ini sungguh luar biasa dan di luar perkiraan saya karena prosesnya sangat cepat. Saya pun melakukan konfirmasi kepada rekan-rekan guru di sekolah mengenai hal ini. Alhamdulillah, mereka juga telah menerima tunjangan tersebut. Sebagai kepala sekolah, saya juga telah memastikan bahwa seluruh rekan guru lainnya telah menerima TPG (Tunjangan Profesi Guru) dan gaji di rekening masing-masing. Alhamdulillah, proses pencairan berjalan dengan sangat lancar, " ujarnya dengan gembira.
Hal senada dirasakan Agus Joyo Sutono, Guru SDN 2 Jati Kulon, Kudus, Jawa Tengah. Ia mengaku sistem penyaluran ini sangat bagus, cepat dan akurat. Guru yang telah mengabdi sejak 2004 tersebut mengungkap dirinya telah menerima tunjangan tersebut dengan sangat cepat, hanya dalam waktu satu hari setelah pencanangan oleh Presiden Prabowo. Tunjangan itu telah diterimanya pada hari berikutnya.
Kecepatan diterimanya tunjangan juga dirasakan oleh Agus Wumu, Guru SMP Negeri 1 Kwandang - Gorontalo. Ia mengaku telah menerima pada pertengahan Maret 2025. Bahkan ia mengungkap selama 12 tahun menerima tunjangan sertifikasi, ini yang tercepat.
"Alhamdulillah selama 12 tahun saya menerima tunjangan sertifikasi, ini yang tercepat. Karena biasanya kalau misal triwulan I Januari-Maret, sebelumnya kami baru menerima pada bulan April. Kalau sekarang ini justru di Maret sudah terima (tunjangan). Maka dari itu, upaya ini mendapat respons positif karena sangat membantu guru-guru. Ini termasuk perbaikan ke arah yang lebih baik, " ucapnya.
Ia mengatakan penyalurannya sangat mudah yakni melalui bank daerah di Gorontalo Bank SulutGo (Sulut-Gorontalo). "Untuk rekening yang digunakan memang sudah ada, dan biasa digunakan untuk penggajian, jadi kami tidak perlu membuat rekening baru lagi, " katanya.
Kecepatan penyaluran bahkan dirasakan oleh guru yang berada di kawasan terpencil di Papua. Refol Malimpu, Guru Bahasa Inggris SMPN Kembu, Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan pun juga telah menerima sebelum Idulfitri.
Proses penyalurannya pun menurutnya cukup lancar dan sederhana. "Meskipun awalnya saya terkendala di kurangnya beban jam mengajar namun telah diberikan solusi dengan cara dibebankan tugas tambahan sebagai Kepala Perpustakaan sehingga beban jam mengajar saya terpenuhi 24 jam sesuai ketentuan bagi penerima TPG, " ucapnya.
Ia juga kerap mendapatkan update-update informasi terkait penyaluran langsung ini dari grup Whatsapp resmi Dinas Pendidikan. “Setelah proses verifikasi data selesai, dana langsung masuk ke rekening guru yang bersangkutan. Biasanya kami mendapatkan informasi terkait kemajuan maupun kendala masing2 kami melalui grup WA resmi yang dibuat oleh Dinas Pendidikan, “ ujar Guru yang telah mengajar sejak 2013 ini.
Tak hanya lancar dalam penyaluran, proses verifikasi pun juga cukup mudah. Lia Emilia, Guru SDN Cawang 07 Jakarta mengaku proses ini diawali dengan verifikasi dan validasi data penerima oleh instansi terkait, seperti Dinas Pendidikan, Kemendikdasmen dan Kementerian Keuangan. Setelah data dinyatakan valid, tunjangan akan ditransfer langsung ke rekening guru sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Syarat yang ditetapkannya pun juga tidak merepotkan guru. Lia mengatakan syaratnya guru memiliki Sertifikat Pendidik dimana sebagai bukti telah lulus sertifikasi juga memenuhi beban mengajar. Selain itu guru mesti mengajar linier minimal 24 jam tatap muka per minggu aktif mengajar serta guru harus tercatat dalam sistem pendataan pendidikan (misalnya, Dapodik).
Pengumpulan datanya pun juga dilakukan melalui online. Sehingga cukup memudahkan. "Pengumpulan data untuk verifikasi dilakukan sejak data penerima TPG berstatus valid, dan cara pengumpulan datanya secara online, "ungkap Maulana guru SDN Sidodadi, Serdang Bedagai, Sumatra Utara.
Dengan berbagai kemudahan dan lancarnya penyaluran tunjangan tersebut, Maulana tak henti-hentinya berterima kasih pada pemerintah. “Terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan apresiasi dan perhatiannya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan guru di Indonesia. Sebagai seorang guru yang telah menerima tunjangan profesi melalui transfer langsung dari pemerintah pusat ke rekening pribadi penerima tunjangan, saya merasa senang. Kebijakan ini merupakan langkah positif dalam memastikan hak guru diterima dengan lebih cepat dan transparan,“ ucapnya.
Ia juga bersyukur, kebijakan yang baru saja dicanangkan Presiden tersebut, dalam beberapa hari kemudian langsung terealisasi dan masuk ke rekeningnya. "Hal ini sungguh luar biasa dan di luar perkiraan saya karena prosesnya sangat cepat. Saya pun melakukan konfirmasi kepada rekan-rekan guru di sekolah mengenai hal ini. Alhamdulillah, mereka juga telah menerima tunjangan tersebut. Sebagai kepala sekolah, saya juga telah memastikan bahwa seluruh rekan guru lainnya telah menerima TPG (Tunjangan Profesi Guru) dan gaji di rekening masing-masing. Alhamdulillah, proses pencairan berjalan dengan sangat lancar, " ujarnya dengan gembira.
Hal senada dirasakan Agus Joyo Sutono, Guru SDN 2 Jati Kulon, Kudus, Jawa Tengah. Ia mengaku sistem penyaluran ini sangat bagus, cepat dan akurat. Guru yang telah mengabdi sejak 2004 tersebut mengungkap dirinya telah menerima tunjangan tersebut dengan sangat cepat, hanya dalam waktu satu hari setelah pencanangan oleh Presiden Prabowo. Tunjangan itu telah diterimanya pada hari berikutnya.
Kecepatan diterimanya tunjangan juga dirasakan oleh Agus Wumu, Guru SMP Negeri 1 Kwandang - Gorontalo. Ia mengaku telah menerima pada pertengahan Maret 2025. Bahkan ia mengungkap selama 12 tahun menerima tunjangan sertifikasi, ini yang tercepat.
"Alhamdulillah selama 12 tahun saya menerima tunjangan sertifikasi, ini yang tercepat. Karena biasanya kalau misal triwulan I Januari-Maret, sebelumnya kami baru menerima pada bulan April. Kalau sekarang ini justru di Maret sudah terima (tunjangan). Maka dari itu, upaya ini mendapat respons positif karena sangat membantu guru-guru. Ini termasuk perbaikan ke arah yang lebih baik, " ucapnya.
Ia mengatakan penyalurannya sangat mudah yakni melalui bank daerah di Gorontalo Bank SulutGo (Sulut-Gorontalo). "Untuk rekening yang digunakan memang sudah ada, dan biasa digunakan untuk penggajian, jadi kami tidak perlu membuat rekening baru lagi, " katanya.
Kecepatan penyaluran bahkan dirasakan oleh guru yang berada di kawasan terpencil di Papua. Refol Malimpu, Guru Bahasa Inggris SMPN Kembu, Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan pun juga telah menerima sebelum Idulfitri.
Proses penyalurannya pun menurutnya cukup lancar dan sederhana. "Meskipun awalnya saya terkendala di kurangnya beban jam mengajar namun telah diberikan solusi dengan cara dibebankan tugas tambahan sebagai Kepala Perpustakaan sehingga beban jam mengajar saya terpenuhi 24 jam sesuai ketentuan bagi penerima TPG, " ucapnya.
Ia juga kerap mendapatkan update-update informasi terkait penyaluran langsung ini dari grup Whatsapp resmi Dinas Pendidikan. “Setelah proses verifikasi data selesai, dana langsung masuk ke rekening guru yang bersangkutan. Biasanya kami mendapatkan informasi terkait kemajuan maupun kendala masing2 kami melalui grup WA resmi yang dibuat oleh Dinas Pendidikan, “ ujar Guru yang telah mengajar sejak 2013 ini.
Tak hanya lancar dalam penyaluran, proses verifikasi pun juga cukup mudah. Lia Emilia, Guru SDN Cawang 07 Jakarta mengaku proses ini diawali dengan verifikasi dan validasi data penerima oleh instansi terkait, seperti Dinas Pendidikan, Kemendikdasmen dan Kementerian Keuangan. Setelah data dinyatakan valid, tunjangan akan ditransfer langsung ke rekening guru sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Syarat yang ditetapkannya pun juga tidak merepotkan guru. Lia mengatakan syaratnya guru memiliki Sertifikat Pendidik dimana sebagai bukti telah lulus sertifikasi juga memenuhi beban mengajar. Selain itu guru mesti mengajar linier minimal 24 jam tatap muka per minggu aktif mengajar serta guru harus tercatat dalam sistem pendataan pendidikan (misalnya, Dapodik).
Pengumpulan datanya pun juga dilakukan melalui online. Sehingga cukup memudahkan. "Pengumpulan data untuk verifikasi dilakukan sejak data penerima TPG berstatus valid, dan cara pengumpulan datanya secara online, "ungkap Maulana guru SDN Sidodadi, Serdang Bedagai, Sumatra Utara.
Dengan berbagai kemudahan dan lancarnya penyaluran tunjangan tersebut, Maulana tak henti-hentinya berterima kasih pada pemerintah. “Terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan apresiasi dan perhatiannya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan guru di Indonesia. Sebagai seorang guru yang telah menerima tunjangan profesi melalui transfer langsung dari pemerintah pusat ke rekening pribadi penerima tunjangan, saya merasa senang. Kebijakan ini merupakan langkah positif dalam memastikan hak guru diterima dengan lebih cepat dan transparan,“ ucapnya.
Lihat Juga :