Kembangkan Vokasi, Kemendikbud Bangun SMK Modern di Malaysia
Sabtu, 05 September 2020 - 21:21 WIB
Wikan juga mengingatkan, kesuksesan pendidikan vokasi ditandai dengan link and match dengan industri. Katanya, hubungan antara SMK dengan industri jangan hanya sekadar pacaran namun harus bisa menikah. Sehingga keduanya bisa menyusun kurikulum bersama. Lalu ada guru industri yang bisa mengajar di SMK hingga magang.
"Magang yang direncanakan sejak awal bersamaan dengan kurikulum, sertifikasi kompetensi, keterserapan lulusan, serta guru yang juga harus dilatih industri secara rutin," ujarnya.
Wikan juga mengingatkan bahwa untuk menjadikan SDM unggul dan kompeten di masa depan bergantung pada dua hal. Yakni guru harus bisa melatih hardskill dan juga softskill kepada peserta didiknya. (Baca juga: Pakar dari Industri akan Didatangkan untuk Latih Vokasi di SMK )
Direktur SMK M. Bakrun mengatakan, pembangunan SMK SIKK memiliki sejarah panjang karena merupakan amanah Presiden RI untuk mengembangkan sekolah di Malaysia.
Bakrun menambahkan, sebenarnya pembangunan USB telah diusahakan pada 2018 dan 2019, namun tidak bisa dilakukan. “Pembangunan USB akan dibagi dalam dua tahap. Tahun ini lantai bawah dengan anggaran Rp9 miliar, tahun depan lantai 2 dan 3 dengan anggaran sekitar Rp18-19 miliar. Sehingga, akhir 2021 selesai dan bisa dimanfaatkan oleh anak-anak kita,” terangnya.
"Magang yang direncanakan sejak awal bersamaan dengan kurikulum, sertifikasi kompetensi, keterserapan lulusan, serta guru yang juga harus dilatih industri secara rutin," ujarnya.
Wikan juga mengingatkan bahwa untuk menjadikan SDM unggul dan kompeten di masa depan bergantung pada dua hal. Yakni guru harus bisa melatih hardskill dan juga softskill kepada peserta didiknya. (Baca juga: Pakar dari Industri akan Didatangkan untuk Latih Vokasi di SMK )
Direktur SMK M. Bakrun mengatakan, pembangunan SMK SIKK memiliki sejarah panjang karena merupakan amanah Presiden RI untuk mengembangkan sekolah di Malaysia.
Bakrun menambahkan, sebenarnya pembangunan USB telah diusahakan pada 2018 dan 2019, namun tidak bisa dilakukan. “Pembangunan USB akan dibagi dalam dua tahap. Tahun ini lantai bawah dengan anggaran Rp9 miliar, tahun depan lantai 2 dan 3 dengan anggaran sekitar Rp18-19 miliar. Sehingga, akhir 2021 selesai dan bisa dimanfaatkan oleh anak-anak kita,” terangnya.
Lihat Juga :