Riwayat Pendidikan Jenderal Purnawirawan Try Sutrisno, Mantan Panglima ABRI hingga Wakil Presiden

Senin, 28 April 2025 - 07:30 WIB

Pendidikan di Lembaga Tinggi dan Pemantapan Kepemimpinan



Tidak hanya berhenti di pendidikan militer dasar, Try Sutrisno juga mengikuti Pendidikan Sesko AD (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat) dan Sesko ABRI, lembaga pendidikan tingkat lanjut yang mempersiapkan calon-calon pemimpin puncak militer Indonesia. Melalui pendidikan di lembaga-lembaga ini, ia memperoleh bekal lebih dalam tentang strategi pertahanan, manajemen operasi militer, serta kepemimpinan nasional.

Selanjutnya, Try juga mengikuti Lemhannas (Lembaga Ketahanan Nasional), sebuah lembaga yang bertujuan mempersiapkan kader-kader nasional dalam menghadapi tantangan geopolitik dan pembangunan bangsa. Pendidikan di Lemhannas memperkaya perspektifnya, tidak hanya dari aspek militer, tetapi juga dari sudut pandang sosial, ekonomi, dan politik nasional.

Latar belakang pendidikan inilah yang kemudian menjadi pondasi bagi peran strategis Try Sutrisno dalam dunia pemerintahan. Ia dipandang sebagai sosok yang tidak hanya memahami aspek keamanan, tetapi juga memiliki visi terhadap pembangunan nasional secara menyeluruh.

Mengabdi di Posisi Puncak Negara



Dengan segudang pengalaman dan pendidikan tersebut, Try Sutrisno kemudian diangkat menjadi Panglima ABRI pada tahun 1988, menggantikan Jenderal TNI Benny Moerdani. Selama menjabat Panglima ABRI, ia dikenal tegas dan konsisten dalam menjaga stabilitas nasional.

Puncak karier kenegaraannya terjadi saat ia terpilih menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6 mendampingi Presiden Soeharto pada periode 1993–1998.

Demikian riwayat pendidikan Try Sutrisno . Semoga bermanfaat.

M/G Alya Ramadhanty Vardiansyah
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!