Dukung Pendirian USG, Mendiktisaintek: Wujudkan Mimpi Prabowo Jadikan Indonesia Maju
Selasa, 29 April 2025 - 15:09 WIB
Dalam pertemuan itu, turut hadir Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Mukhamad Najib. Hadir pula Wakil Ketua MPR RI Rusdi Kirana, Ketua Fraksi PKB DPR RI yang juga pendiri USG Jazilul Fawaid, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani dan anggota Komisi X Muhammad Hilman Mufidi, Staf Khusus Wakil Ketua MPR RI Abdul Rochim, Dewan Pakar USG Prof Maskuri, Prof Suryanto, Prof Abdul Muhith, serta jajaran civitas akademika USG.
Sementara itu, Jazilul Fawaid mengatakan bahwa pendirian USG dilakukan melalui proses penggabungan (merger) dua perguruan tinggi yakni Akademi Kebidanan Mandiri di Gresik dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nasional Indonesia (STIENI) Jakarta. “Terima kasih kepada Pak Mendiktisaintek yang telah menerima kami dan memberikan waktu khusus untuk audiensi sekaligus memberikan masukan-masukan untuk penuntasan proses perizinan USG,” katanya.
Gus Jazil mengatakan bahwa seluruh tahapan sudah dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan oleh Kemendiktisaintek. Termasuk dengan mengunggah seluruh persyaratan administratif yang diperlukan. “Kami juga mengundang langsung Pak Mendiktisaintek untuk datang ke Gresik guna melihat langsung sekaligus meresmikan Kampus USG,” harapnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek Khairul Munadi, mengatakan bahwa langkah USG mrlakukan merger perguruan tinggi swasta ini selaras dengan program penguatan kelembagaan perguruan tinggi yang dilakukan Kemendiktisaintek.
“Ini merupakan bagian yang ingin kami dorong untuk memperkuat kelembagaan perguruan tinggi. Ada sekitar 4.200 perguruan tinggi yang ingin kita dorong agar lebih kuat,” katanya.
Karena itu, pihaknya siap mengawal pendirian dan proses perizinan USG sesuai dengan prosedur yang ada. “Untuk kelembagaan baru harus mengurus izin universitasnya dulu, tapi untuk penggabungan nanti segera kita pelajari,” tuturnya.
Sementara itu, Jazilul Fawaid mengatakan bahwa pendirian USG dilakukan melalui proses penggabungan (merger) dua perguruan tinggi yakni Akademi Kebidanan Mandiri di Gresik dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nasional Indonesia (STIENI) Jakarta. “Terima kasih kepada Pak Mendiktisaintek yang telah menerima kami dan memberikan waktu khusus untuk audiensi sekaligus memberikan masukan-masukan untuk penuntasan proses perizinan USG,” katanya.
Gus Jazil mengatakan bahwa seluruh tahapan sudah dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan oleh Kemendiktisaintek. Termasuk dengan mengunggah seluruh persyaratan administratif yang diperlukan. “Kami juga mengundang langsung Pak Mendiktisaintek untuk datang ke Gresik guna melihat langsung sekaligus meresmikan Kampus USG,” harapnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek Khairul Munadi, mengatakan bahwa langkah USG mrlakukan merger perguruan tinggi swasta ini selaras dengan program penguatan kelembagaan perguruan tinggi yang dilakukan Kemendiktisaintek.
“Ini merupakan bagian yang ingin kami dorong untuk memperkuat kelembagaan perguruan tinggi. Ada sekitar 4.200 perguruan tinggi yang ingin kita dorong agar lebih kuat,” katanya.
Karena itu, pihaknya siap mengawal pendirian dan proses perizinan USG sesuai dengan prosedur yang ada. “Untuk kelembagaan baru harus mengurus izin universitasnya dulu, tapi untuk penggabungan nanti segera kita pelajari,” tuturnya.
(nnz)
Lihat Juga :