Perpusnas Luncurkan Program KKN Tematik Literasi dan Relima

Sabtu, 17 Mei 2025 - 13:29 WIB
Ia menegaskan bahwa literasi hari ini bukan hanya soal kemampuan membaca, tetapi juga tentang kemampuan berpikir kritis, mendalam, dan bijaksana dalam menyikapi teknologi.

"Mari kita ajari anak kita untuk berpikir lebih dalam agar punya sikap kritis menghadapi disrupsi teknologi yang begitu dahsyat," ungkapnya.

Pada hari jadi ke-45 tahun, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) meluncurkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi dan Relawan Literasi Masyarakat (Relima).

Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, mengatakan program inovasi ini menjadi langkah Perpusnas dalam penguatan kemitraan strategis yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Dalam program ini, Perpusnas menggandeng sejumlah pihak, baik di pusat maupun di daerah, lembaga pemerintah maupun swasta, dan kelompok maupun perorangan.

“Kami memandang bahwa program mencerdaskan kehidupan bangsa adalah proyek besar bersama bangsa yang tidak hanya menjadi tugas sekelompok pihak, tetapi harus digarap secara gotong-royong,” ungkapnya pada puncak perayaan HUT ke-45 Perpusnas yang berlangsung di Jakarta, Jumat (16/5/2025).

Peluncuran program dilakukan Kepala Perpusnas bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, dan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan.

KKN Tematik Literasi menjadi program Perpusnas bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang melibatkan 22 perguruan tinggi.

“Program ini menggarap peningkatan budaya baca dan kecakapan literasi di 1.000 desa/kelurahan, melibatkan sekitar 15 ribu mahasiswa, ratusan dosen dan pustakawan di masing-masing wilayah,” imbuhnya.

Program Relima melibatkan para relawan di 189 kabupaten/kota dalam pengembangan program budaya baca dan kecakapan literasi. Para relawan akan memonitor pemanfaatan buku yang disebar di 10 ribu lokasi yang masing-masing mendapat 1.000 buku. “Mereka akan bergerak bersama dengan taman baca masyarakat dan pemerintah desa,” jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!