13 Ribu Siswa SMP di Surabaya Dapat Beasiswa hingga Lulus
Senin, 07 September 2020 - 21:22 WIB
Dari uang itu, katanya, terkadang juga digunakan untuk membiayai anak-anak yang putus sekolah. Namun begitu, saat ini uang itu digunakan membiayai penanganan COVID-19, terutama yang sedang melakukan isolasi mandiri. "Biasanya kami menggunakan uang itu untuk membiayai mereka (siswa) atau kadang untuk untuk membantu daerah lain ketika ada bencana,” jelasnya. (Baca juga: Kembangkan Vokasi, Kemendikbud Bangun SMK Modern di Malaysia )
Wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan juga menceritakan beberapa kisah anak-anak jalanan yang akhirnya dapat bersekolah kembali. Dirinya berharap tidak ada lagi anak-anak di Surabaya yang tidak bisa sekolah karena masalah biaya.
"Karena mereka telah terbantu untuk pendidikan anaknya. Alhamdulillah matur nuwun (terima kasih) sekali. Bapak ibu, saya terima kasih sekali, atas nama warga,” tuturnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Supomo mengatakan, berdasarkan data MBR yang tercatat, ada sekitar 13 ribu anak yang menerima intervensi bantuan berupa beasiswa itu. Mereka terdiri dari siswa keluarga MBR jenjang SMP.
“Jadi intervensi ini untuk anak-anak yang masuk ke SMP. Kemudian yang kedua melalui sekolah mitra warga. Jadi kalau dari mereka ada yang bersekolah di swasta mereka sudah tidak perlu bayar lagi,” kata Supomo.
Wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan juga menceritakan beberapa kisah anak-anak jalanan yang akhirnya dapat bersekolah kembali. Dirinya berharap tidak ada lagi anak-anak di Surabaya yang tidak bisa sekolah karena masalah biaya.
"Karena mereka telah terbantu untuk pendidikan anaknya. Alhamdulillah matur nuwun (terima kasih) sekali. Bapak ibu, saya terima kasih sekali, atas nama warga,” tuturnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Supomo mengatakan, berdasarkan data MBR yang tercatat, ada sekitar 13 ribu anak yang menerima intervensi bantuan berupa beasiswa itu. Mereka terdiri dari siswa keluarga MBR jenjang SMP.
“Jadi intervensi ini untuk anak-anak yang masuk ke SMP. Kemudian yang kedua melalui sekolah mitra warga. Jadi kalau dari mereka ada yang bersekolah di swasta mereka sudah tidak perlu bayar lagi,” kata Supomo.
Lihat Juga :