Wujudkan Kampus Berdampak, UNJ Dorong Hilirisasi Inovasi Mahasiswa
Kamis, 05 Juni 2025 - 17:36 WIB
Prof. Komarudin menambahkan bahwa Subdirektorat Inovasi dan Hilirisasi UNJ memiliki peran penting dalam menyinergikan karya mahasiswa dengan kebutuhan industri, sehingga dapat melahirkan produk unggulan yang berdampak nyata.
“Saya berharap karya-karya mahasiswa dapat disempurnakan melalui Subdirektorat Inovasi dan Hilirisasi, agar dapat terhubung langsung dengan dunia industri,” tambahnya.
Lebih lanjut, Prof. Komarudin menekankan bahwa kegiatan ini sejalan dengan tagline Kemdiktisaintek, yaitu “Berdampak”, yang menekankan pentingnya kontribusi nyata pendidikan tinggi terhadap masyarakat, bangsa, dan negara.
Sementara itu, Dekan FT UNJ, Prof. Neneng Siti Silfi Ambarwati, menjelaskan tema “Transformasi Teknologi dan Pendidikan: Penguatan Eksplorasi Kreativitas dan Pengetahuan sebagai Wujud Kemandirian" selaras dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat hilirisasi riset dan kolaborasi lintas bidang ilmu.
“Technopreneurship merupakan mata kuliah wajib di FT UNJ dengan bobot 2 SKS. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menunjukkan hasil pembelajaran di kelas, tetapi juga bertransformasi menjadi inovator dan calon wirausahawan teknologi,” jelas Prof. Neneng.
“Saya berharap karya-karya mahasiswa dapat disempurnakan melalui Subdirektorat Inovasi dan Hilirisasi, agar dapat terhubung langsung dengan dunia industri,” tambahnya.
Lebih lanjut, Prof. Komarudin menekankan bahwa kegiatan ini sejalan dengan tagline Kemdiktisaintek, yaitu “Berdampak”, yang menekankan pentingnya kontribusi nyata pendidikan tinggi terhadap masyarakat, bangsa, dan negara.
Sementara itu, Dekan FT UNJ, Prof. Neneng Siti Silfi Ambarwati, menjelaskan tema “Transformasi Teknologi dan Pendidikan: Penguatan Eksplorasi Kreativitas dan Pengetahuan sebagai Wujud Kemandirian" selaras dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat hilirisasi riset dan kolaborasi lintas bidang ilmu.
“Technopreneurship merupakan mata kuliah wajib di FT UNJ dengan bobot 2 SKS. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menunjukkan hasil pembelajaran di kelas, tetapi juga bertransformasi menjadi inovator dan calon wirausahawan teknologi,” jelas Prof. Neneng.
(nnz)
Lihat Juga :