LSET Ciptakan Generasi Profesional Teknologi Siap Kerja Lewat Pendidikan Inovatif
Sabtu, 14 Juni 2025 - 13:19 WIB
Bagi siswa internasional seperti dari Indonesia, LSET juga memfasilitasi proses visa kerja jangka pendek melalui skema Government Authorised Exchange (GAE) yang didukung oleh mitra mereka, JENZA, melalui program sponsorship BUNAC. Dengan jalur ini, siswa Indonesia bisa mendapatkan pengalaman kerja internasional tanpa harus melalui proses imigrasi jangka panjang yang kompleks.
Dua program unggulan LSET yang paling menarik bagi siswa global termasuk Indonesia adalah: Artificial Intelligence (AI) dan Cybersecurity. Dalam bidang AI, siswa tidak hanya diajarkan algoritma, tetapi juga dilatih membuat sistem cerdas yang bisa diaplikasikan dalam industri kesehatan, keuangan, dan e-commerce. Begitu pula dalam bidang keamanan siber, siswa mempelajari cara mendeteksi, menganalisa, dan menanggulangi serangan siber secara langsung.
Bagi banyak perusahaan, kemampuan ini bukan lagi nilai tambah, melainkan kebutuhan dasar. Di sinilah LSET memainkan peran strategis: membekali talenta muda dengan keterampilan teknis yang dibutuhkan sekarang, bukan nanti.
Menariknya, LSET juga mendorong semangat kewirausahaan melalui program Startup Incubator. Bagi siswa yang memiliki ide inovatif, LSET menyediakan bimbingan, akses ke pendanaan, dan pelatihan bisnis untuk membangun startup teknologi dari nol.
Melalui Innovation Lab yang dipimpin langsung oleh instruktur utama LSET, Mayur Ramgir, siswa diajak untuk mengembangkan prototipe, melakukan validasi pasar, hingga menyiapkan strategi masuk pasar.
“Pendidikan teknologi seharusnya tidak berakhir dengan tawaran pekerjaan. Harusnya pendidikan itu mendorong seseorang untuk menciptakan solusi, mengubah pasar, dan meluncurkan perusahaan mereka sendiri,” kata Ramgir, melalui siaran pers, Sabtu (14/6/2025).
Dua program unggulan LSET yang paling menarik bagi siswa global termasuk Indonesia adalah: Artificial Intelligence (AI) dan Cybersecurity. Dalam bidang AI, siswa tidak hanya diajarkan algoritma, tetapi juga dilatih membuat sistem cerdas yang bisa diaplikasikan dalam industri kesehatan, keuangan, dan e-commerce. Begitu pula dalam bidang keamanan siber, siswa mempelajari cara mendeteksi, menganalisa, dan menanggulangi serangan siber secara langsung.
Bagi banyak perusahaan, kemampuan ini bukan lagi nilai tambah, melainkan kebutuhan dasar. Di sinilah LSET memainkan peran strategis: membekali talenta muda dengan keterampilan teknis yang dibutuhkan sekarang, bukan nanti.
Menariknya, LSET juga mendorong semangat kewirausahaan melalui program Startup Incubator. Bagi siswa yang memiliki ide inovatif, LSET menyediakan bimbingan, akses ke pendanaan, dan pelatihan bisnis untuk membangun startup teknologi dari nol.
Melalui Innovation Lab yang dipimpin langsung oleh instruktur utama LSET, Mayur Ramgir, siswa diajak untuk mengembangkan prototipe, melakukan validasi pasar, hingga menyiapkan strategi masuk pasar.
“Pendidikan teknologi seharusnya tidak berakhir dengan tawaran pekerjaan. Harusnya pendidikan itu mendorong seseorang untuk menciptakan solusi, mengubah pasar, dan meluncurkan perusahaan mereka sendiri,” kata Ramgir, melalui siaran pers, Sabtu (14/6/2025).
Lihat Juga :