SMUP Unpad 2025 Dimulai, Rektor Tegaskan Sanksi Diskualifikasi Bagi Peserta yang Curang
Sabtu, 14 Juni 2025 - 20:58 WIB
Pelaksanaan ujian daring tetap menjadi pilihan utama Unpad, karena selain fleksibel, metode ini juga dirancang dengan sistem keamanan berlapis untuk meminimalisasi peluang kecurangan. “Sesuai dengan prinsip bahwa Unpad inklusif sehingga siapapun terbuka untuk bisa mendaftar dan masuk ke Unpad, tanpa terbatas oleh Jarak dan Waktu,” tambah Rektor.
Baca juga: Cerita Dhafa, Lulusan Terbaik FH Unsoed yang Ingin Jadi Hakim q
“Unpad tidak melaksanakan ujian daring berbasis web untuk menghindari peserta bisa membuka aplikasi lain secara bersamaan di laptop atau komputer yang digunakan. Aplikasi ujian SMUP dapat memblok upaya peserta membuka aplikasi lain sehingga mereka fokus mengerjakan soal ujian saja. Ditambah lagi ada pengawasan dua kamera, yaitu dari kamera di laptop/komputer dan kamera dari aplikasi Zoom yang dijalankan peserta di ponsel,” jelas Alan.
Tak hanya itu, sistem ujian juga dilengkapi teknologi face recognition untuk mencocokkan wajah peserta dengan foto pada kartu ujian. Jika tingkat kemiripan rendah, maka pengawas akan mencatat dan menindaklanjuti temuan tersebut setelah ujian.
Baca juga: Cerita Dhafa, Lulusan Terbaik FH Unsoed yang Ingin Jadi Hakim q
Sistem Keamanan Diperketat dalam Ujian Online
Untuk memperkuat sistem pengawasan, Koordinator Bidang Pelaksana Ujian Online, Alan Ridwan Maulana menjelaskan bahwa peserta wajib menginstal aplikasi khusus ujian SMUP. Aplikasi ini dirancang untuk memblokir akses ke aplikasi lain selama ujian berlangsung.“Unpad tidak melaksanakan ujian daring berbasis web untuk menghindari peserta bisa membuka aplikasi lain secara bersamaan di laptop atau komputer yang digunakan. Aplikasi ujian SMUP dapat memblok upaya peserta membuka aplikasi lain sehingga mereka fokus mengerjakan soal ujian saja. Ditambah lagi ada pengawasan dua kamera, yaitu dari kamera di laptop/komputer dan kamera dari aplikasi Zoom yang dijalankan peserta di ponsel,” jelas Alan.
Tak hanya itu, sistem ujian juga dilengkapi teknologi face recognition untuk mencocokkan wajah peserta dengan foto pada kartu ujian. Jika tingkat kemiripan rendah, maka pengawas akan mencatat dan menindaklanjuti temuan tersebut setelah ujian.
Lihat Juga :