Kisah Khairunnisa, Sarjana Penjual Es Teh yang Lolos Jadi CPNS Kemenag
Kamis, 19 Juni 2025 - 06:00 WIB
“Kalau bukan karena beasiswa, mungkin saya sudah berhenti sekolah sejak SMP,” ujarnya melansir laman Kemenag, Kamis (19/6/2025).
Baca juga: Kisah Perjuangan Frida, Lulusan Terbaik UNY dengan IPK Tertinggi
Perjalanan pendidikannya berlanjut di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengambil jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, kembali dengan bantuan beasiswa. Usai lulus, ia sempat bekerja di beberapa tempat, namun harus mengalami dua kali pemutusan hubungan kerja dalam waktu singkat. Walaupun terpukul, ia tidak menyerah.
Dalam masa menganggur, Nisa memutuskan mendaftar CPNS. Demi mencukupi kebutuhan harian, ia bekerja menjaga kios es teh di pinggir jalan. Banyak yang memandangnya sebelah mata, bahkan mempertanyakan kenapa seorang sarjana harus menjual es teh.
“Sering ditanya, ‘Kok sarjana jualan es teh?’ Saya cuma bisa senyum. Mereka tidak tahu kalau saya sedang memperjuangkan masa depan yang lebih baik lagi,” katanya.
Baca juga: Lulus Cumlaude dari UGM di Usia 19 Tahun, Mutiara Jadi Wisudawan Termuda
Tanpa ikut bimbingan belajar, ia belajar mandiri dari buku dan YouTube. Usahanya membuahkan hasil. Pada Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), ia meraih peringkat dua dan melanjutkan ke Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Hingga akhirnya, ia dinyatakan lolos sebagai CPNS untuk formasi Pranata Humas Ahli Pertama di Kemenag RI.
Baca juga: Kisah Perjuangan Frida, Lulusan Terbaik UNY dengan IPK Tertinggi
Perjalanan pendidikannya berlanjut di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengambil jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, kembali dengan bantuan beasiswa. Usai lulus, ia sempat bekerja di beberapa tempat, namun harus mengalami dua kali pemutusan hubungan kerja dalam waktu singkat. Walaupun terpukul, ia tidak menyerah.
Dalam masa menganggur, Nisa memutuskan mendaftar CPNS. Demi mencukupi kebutuhan harian, ia bekerja menjaga kios es teh di pinggir jalan. Banyak yang memandangnya sebelah mata, bahkan mempertanyakan kenapa seorang sarjana harus menjual es teh.
“Sering ditanya, ‘Kok sarjana jualan es teh?’ Saya cuma bisa senyum. Mereka tidak tahu kalau saya sedang memperjuangkan masa depan yang lebih baik lagi,” katanya.
Baca juga: Lulus Cumlaude dari UGM di Usia 19 Tahun, Mutiara Jadi Wisudawan Termuda
Tanpa ikut bimbingan belajar, ia belajar mandiri dari buku dan YouTube. Usahanya membuahkan hasil. Pada Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), ia meraih peringkat dua dan melanjutkan ke Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Hingga akhirnya, ia dinyatakan lolos sebagai CPNS untuk formasi Pranata Humas Ahli Pertama di Kemenag RI.
Lihat Juga :