LLDikti III Dorong Penguatan Humas dan Protokol PTS Jakarta di Era Diktisaintek Berdampak
Jum'at, 20 Juni 2025 - 08:34 WIB
Kemendiktisaintek menekankan pentingnya pengelolaan media sosial institusi PTS dengan pendekatan berbasis data, kreatif, serta responsif terhadap kebutuhan publik. Di era di mana netizen menjadi aktor utama dalam ekosistem informasi, kehadiran PTS di platform digital seperti Instagram, TikTok, X (Twitter), dan YouTube harus dioptimalkan untuk membangun narasi positif yang relevan, faktual, dan menginspirasi.
Sementara itu, Dinna Handini, selaku Ketua Tim Publikasi dan Dokumentasi Kemdiksaintek mengatakan, pengelola humas pada institusi perlu harus adaptif dan bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi yang ada pada saat ini. “Mungkin dahulu hanya sebatas publikasi di media koran, tetapi saat ini perlu sekali untuk mempublikasikannya secara digital,” pungkasnya.
Sementara Arifin Habibillah, selaku Ketua Tim Protokol Kemdiktisaintek, Kementerian mengarahkan PTS untuk membangun sistem protokoler yang fleksibel, efisien, dan tetap menjunjung tinggi etika dan Prosedur Operasional Standar.
Dalam sesi diskusi panel, Anastasya Putri dari Humas Universitas Budi Luhur menawarkan sudut pandang alternatif terkait strategi publikasi kehumasan di perguruan tinggi. Menurutnya, publikasi tidak harus selalu difokuskan pada media online yang telah umum digunakan.
Humas perguruan tinggi juga bisa mulai melirik platform homeless media sebagai sarana kreatif untuk memperkenalkan kampus kepada masyarakat luas. Media alternatif ini berpotensi menjadi ruang promosi yang segar dan unik, memperluas jangkauan komunikasi institusi pendidikan secara lebih inklusif.
Sementara itu, Dinna Handini, selaku Ketua Tim Publikasi dan Dokumentasi Kemdiksaintek mengatakan, pengelola humas pada institusi perlu harus adaptif dan bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi yang ada pada saat ini. “Mungkin dahulu hanya sebatas publikasi di media koran, tetapi saat ini perlu sekali untuk mempublikasikannya secara digital,” pungkasnya.
Sementara Arifin Habibillah, selaku Ketua Tim Protokol Kemdiktisaintek, Kementerian mengarahkan PTS untuk membangun sistem protokoler yang fleksibel, efisien, dan tetap menjunjung tinggi etika dan Prosedur Operasional Standar.
Dalam sesi diskusi panel, Anastasya Putri dari Humas Universitas Budi Luhur menawarkan sudut pandang alternatif terkait strategi publikasi kehumasan di perguruan tinggi. Menurutnya, publikasi tidak harus selalu difokuskan pada media online yang telah umum digunakan.
Humas perguruan tinggi juga bisa mulai melirik platform homeless media sebagai sarana kreatif untuk memperkenalkan kampus kepada masyarakat luas. Media alternatif ini berpotensi menjadi ruang promosi yang segar dan unik, memperluas jangkauan komunikasi institusi pendidikan secara lebih inklusif.
(nnz)
Lihat Juga :