Cerita Almi, Penerima Beasiswa Ajinomoto yang Kini Sukses Berkarier di Jepang
Rabu, 25 Juni 2025 - 15:23 WIB
"Selama menjalani program beasiswa ini, saya juga bisa fokus pada studi saya dan merasa aman dan nyaman karena program beasiswa dari Ajinomoto ini memberikan biaya tunjangan hidup yang lebih dari cukup untuk saya bisa bertahan hidup tinggal di Jepang,” ujar Almi.
Baca juga: Kuliah S3 di Rusia? Pemerintah Sediakan 100 Beasiswa Doktoral
Dia bersyukur bisa diterima bekerja di Dept Research & Development Ajinomoto Headquarter (Ajinomoto, Co., Inc) di Jepang apalagi ia memang menargetkan berkarier di perusahaan makanan agar sejalan dengan bidang keilmuannya, dan Ajinomoto, Co., Inc. yang merupakan salah satu raksasa perusahaan makanan di Jepang menjadi pilihan dirinya.
Dibalik kisah suksesnya, Almi juga menceritakan tentang kesulitan yang dirinya hadapi ketika menjalani 3 tahun melanjutkan studi di Jepang.
Ia mengungkapkan, menjadi awardee beasiswa Ajinomoto juga memberikan ia fasilitas sekolah Bahasa selama setahun sehingga ia akhirnya berhasil lulus JLPT N1.
"Saat memasuki tahun kedua (Master Program), awalnya, saya masih merasa kesulitan dengan penggunaan alat-alat analisis yang menjadi bagian penting dalam penelitian. Namun, berkat bimbingan dan dukungan dari senior di laboratorium, saya akhirnya dapat menguasai teknik analisis tersebut dan mulai melakukan penelitian secara mandiri,” ucap Almi.
Ia juga mengungkapkan momen paling berkesan saat presentasi hasil penelitian di scientific conference pada ‘The 78th Annual Meeting of Japan Society of Nutrition and Food Science’ yang diselenggarakan di Fukuoka.
Baca juga: Kuliah S3 di Rusia? Pemerintah Sediakan 100 Beasiswa Doktoral
Dia bersyukur bisa diterima bekerja di Dept Research & Development Ajinomoto Headquarter (Ajinomoto, Co., Inc) di Jepang apalagi ia memang menargetkan berkarier di perusahaan makanan agar sejalan dengan bidang keilmuannya, dan Ajinomoto, Co., Inc. yang merupakan salah satu raksasa perusahaan makanan di Jepang menjadi pilihan dirinya.
Dibalik kisah suksesnya, Almi juga menceritakan tentang kesulitan yang dirinya hadapi ketika menjalani 3 tahun melanjutkan studi di Jepang.
Ia mengungkapkan, menjadi awardee beasiswa Ajinomoto juga memberikan ia fasilitas sekolah Bahasa selama setahun sehingga ia akhirnya berhasil lulus JLPT N1.
"Saat memasuki tahun kedua (Master Program), awalnya, saya masih merasa kesulitan dengan penggunaan alat-alat analisis yang menjadi bagian penting dalam penelitian. Namun, berkat bimbingan dan dukungan dari senior di laboratorium, saya akhirnya dapat menguasai teknik analisis tersebut dan mulai melakukan penelitian secara mandiri,” ucap Almi.
Ia juga mengungkapkan momen paling berkesan saat presentasi hasil penelitian di scientific conference pada ‘The 78th Annual Meeting of Japan Society of Nutrition and Food Science’ yang diselenggarakan di Fukuoka.
Lihat Juga :