Program PKW Tekun Tenun Lahirkan Penenun Muda untuk Pelestarian Warisan Budaya

Senin, 14 Juli 2025 - 13:41 WIB
Setelah mengikuti pelatihan bersama 63 peserta lainnya, Veni pun sangat tertarik dengan tenun songket. Menurutnya, menenun itu seperti terapi yang bisa memberikannya ketenangan. Dari mengikuti program PKW pula, ia mengetahui bagaiamana menjadi wirausaha muda yang melestarikan kain tradisional.

“Sekarang saya mampu membeli barang-barang untuk keperluan sendiri dari hasil menenun. Setiap bulan saya mampu menghasilkan satu sampai tiga kain,” ujar Veni lebih lanjut.

Komitmen Kemendikdasmen



Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa program PKW Tekun Tenun merupakan implementasi program pemerintah dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Menurut Tatang, pelatihan ini memfasilitasi anak putus sekolah (APS) dan juga tidak memiliki pekerjaan melalui pendidikan nonformal.

“Kerajinan lokal menjadi budaya dan tradisi yang mengajarkan para alumni untuk penguatan keterampilan sekaligus ketekunan dan kreativitas,” ungkap Tatang.

Lebih lanjut, Dirjen Tatang berpesan agar lulusan mampu terus beradaptasi dengan pengembangan teknologi. Di era digitalisasi, sangat penting untuk menilik media sosial sebagai upaya pemasaran serta menciptakan kreasi busana yang sesuai dengan tren saat ini.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!