Cerita Albert Lukas, Dinobatkan Jadi Mahasiswa Berprestasi ITB 2025 Berkat Inovasi Sosial

Minggu, 20 Juli 2025 - 06:00 WIB
Albert percaya bahwa kegagalan adalah bagian dari pertumbuhan. Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika tidak lolos program IISMA. Dari kegagalan itu, ia belajar banyak hal. Mulai dari menyusun esai yang kuat, menghadapi wawancara dengan percaya diri, hingga menerima penolakan sebagai bagian dari proses belajar. Pengalaman itu membuatnya menjadi pribadi yang lebih kuat dan reflektif.

Lebih dari sekadar mengejar capaian individu, Albert mengusung semangat kolaboratif. Ia menyebut proses keberhasilannya sebagai buah dari circle of giving back, lingkaran saling dukung yang ia terima dan kini ia teruskan. Di awal kompetisi, ia mendapat banyak dukungan dari mentor, teman, dan komunitas.

Baca juga: Unej Buka Jalur Mandiri UTBK SEMMABA 2025, Daftar Segera!

Kini, ia berperan aktif sebagai mentor, berbagi pengalaman, serta membuka jalan bagi mahasiswa lain untuk tumbuh bersama. “Ketika teman saya menang lomba, dapat magang, atau aktif di organisasi, saya ikut merasa menang juga,” ungkapnya.

Semangat keberlanjutan dan pemberdayaan juga menjadi inti dari inovasi yang ia bawa dalam Pilmapres. Bersama tim, Albert merintis Paduan Biru, sebuah brand fashion berkelanjutan yang mengolah limbah denim menjadi produk baru. Gagasan ini muncul dari kepeduliannya terhadap tingginya limbah tekstil, terutama di Bandung sebagai kota industri konveksi. Mereka menemukan bahwa banyak potongan denim yang masih layak pakai terbuang begitu saja.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!