Kisah Safira Nur Aini, Wisudawan Magister Termuda UGM yang Peduli Pertanian
Sabtu, 26 Juli 2025 - 17:11 WIB
Baca juga: Kisah Enggis, Wisudawan Termuda UNY Raih Gelar Doktor di Usia 25 Tahun
“Pertanian bukan sekadar soal hasil panen besar, tapi tentang menjaga keberlanjutan. Kuncinya adalah memahami alam,” ujarnya, mengutip laman UGM, Sabtu (26/7/2025).
Tumbuh besar di Desa Ngaditirto, lereng Gunung Sumbing, Temanggung, Safira terbentuk dari lingkungan agraris yang penuh tantangan. Sejak kecil ia terbiasa bersentuhan dengan tanah, tanaman, dan siklus pertanian.
Baca juga: Hendy Gilang Syahputra, Wisudawan ITS Raih Tiga Gelar di Usia 21 Tahun
Pengalaman inilah yang membentuk kepeduliannya dan membawanya menempuh studi S-1 Agronomi di UGM pada 2020, hingga akhirnya lolos program fast track magister pada 2023.
Ia memilih Magister Agronomi karena program ini memberi pemahaman menyeluruh tentang teknik budidaya, teknologi pertanian, hingga inovasi yang relevan untuk menjawab persoalan petani di lapangan.
“Pertanian bukan sekadar soal hasil panen besar, tapi tentang menjaga keberlanjutan. Kuncinya adalah memahami alam,” ujarnya, mengutip laman UGM, Sabtu (26/7/2025).
Tumbuh besar di Desa Ngaditirto, lereng Gunung Sumbing, Temanggung, Safira terbentuk dari lingkungan agraris yang penuh tantangan. Sejak kecil ia terbiasa bersentuhan dengan tanah, tanaman, dan siklus pertanian.
Baca juga: Hendy Gilang Syahputra, Wisudawan ITS Raih Tiga Gelar di Usia 21 Tahun
Pengalaman inilah yang membentuk kepeduliannya dan membawanya menempuh studi S-1 Agronomi di UGM pada 2020, hingga akhirnya lolos program fast track magister pada 2023.
Ia memilih Magister Agronomi karena program ini memberi pemahaman menyeluruh tentang teknik budidaya, teknologi pertanian, hingga inovasi yang relevan untuk menjawab persoalan petani di lapangan.
Lihat Juga :