Peraih Nobel Brian Schmidt: Ekosistem Sains dan Teknologi Kunci Masa Depan Indonesia
Sabtu, 09 Agustus 2025 - 14:07 WIB
Ia memaparkan pilar ekosistem riset yang kuat meliputi keterhubungan antara kampus, lembaga penelitian, industri, dukungan modal, insentif ekonomi, dan kebijakan pemerintah yang fokus memperbaiki kegagalan pasar. Kemitraan internasional juga menjadi faktor penting, dengan Singapura dan Australia sebagai mitra potensial bagi Indonesia.
Baca juga: Momen Presiden Prabowo Sapa Menteri Sambil Sebut Almamater Kampus Mereka di KSTI 2025
"Sains akan berkembang ketika universitas, lembaga penelitian, industri, modal, dan kebijakan pemerintah yang mendukung saling terhubung dan ketika keterhubungan itu meluas lintas batas negara," tegas Schmidt.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus menjalankan misi menghadirkan solusi berbasis sains dan teknologi untuk berbagai tantangan lintas sektor. Melalui arah kebijakan Diktisaintek Berdampak, kampus di seluruh Indonesia dilibatkan untuk memajukan sains, teknologi, dan inovasi demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Baca juga:KSTI 2025 Hadirkan Ilmuwan Fisika Peraih Nobel, Indonesia Mantapkan Arah Riset
Baca juga: Momen Presiden Prabowo Sapa Menteri Sambil Sebut Almamater Kampus Mereka di KSTI 2025
"Sains akan berkembang ketika universitas, lembaga penelitian, industri, modal, dan kebijakan pemerintah yang mendukung saling terhubung dan ketika keterhubungan itu meluas lintas batas negara," tegas Schmidt.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus menjalankan misi menghadirkan solusi berbasis sains dan teknologi untuk berbagai tantangan lintas sektor. Melalui arah kebijakan Diktisaintek Berdampak, kampus di seluruh Indonesia dilibatkan untuk memajukan sains, teknologi, dan inovasi demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Baca juga:KSTI 2025 Hadirkan Ilmuwan Fisika Peraih Nobel, Indonesia Mantapkan Arah Riset
Lihat Juga :