Peraih Nobel Brian Schmidt: Ekosistem Sains dan Teknologi Kunci Masa Depan Indonesia
Sabtu, 09 Agustus 2025 - 14:07 WIB
Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 menjadi wadah strategis memperkuat sinergi antar kementerian dan ekosistem riset nasional. Diharapkan, forum ini menghasilkan kebijakan strategis dan inovasi unggulan untuk meningkatkan daya saing industri sekaligus pemerataan pembangunan.
Dalam forum yang digelar di Sasana Budaya Ganesa, Jumat (8/8), Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menekankan pentingnya penguatan kapasitas teknologi dan talenta nasional sebagai fondasi transformasi menuju knowledge-based economy.
Dengan potensi sumber daya alam strategis, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk melakukan hilirisasi dan lompatan industrialisasi bernilai tambah tinggi. Transformasi ini menjadi langkah kunci memperkuat daya saing bangsa dan mewujudkan kemandirian ekonomi berkelanjutan.
“Penguasaan sains dan teknologi harus maksimal untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Para peneliti dan akademisi memiliki tugas mulia dalam memajukan industri dan menghasilkan SDM unggul,” ujar Menteri Brian.
Ia menegaskan, sains tidak boleh berhenti pada seremoni atau publikasi ilmiah, tetapi harus melahirkan inovasi konkret yang bermanfaat bagi industri dan masyarakat. Pemerintah kini tengah menyusun peta jalan riset untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan lembaga pemerintah guna mempercepat transformasi menuju ekonomi berbasis pengetahuan
Dalam forum yang digelar di Sasana Budaya Ganesa, Jumat (8/8), Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menekankan pentingnya penguatan kapasitas teknologi dan talenta nasional sebagai fondasi transformasi menuju knowledge-based economy.
Dengan potensi sumber daya alam strategis, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk melakukan hilirisasi dan lompatan industrialisasi bernilai tambah tinggi. Transformasi ini menjadi langkah kunci memperkuat daya saing bangsa dan mewujudkan kemandirian ekonomi berkelanjutan.
“Penguasaan sains dan teknologi harus maksimal untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Para peneliti dan akademisi memiliki tugas mulia dalam memajukan industri dan menghasilkan SDM unggul,” ujar Menteri Brian.
Ia menegaskan, sains tidak boleh berhenti pada seremoni atau publikasi ilmiah, tetapi harus melahirkan inovasi konkret yang bermanfaat bagi industri dan masyarakat. Pemerintah kini tengah menyusun peta jalan riset untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan lembaga pemerintah guna mempercepat transformasi menuju ekonomi berbasis pengetahuan
(nnz)
Lihat Juga :