Kembangkan Teknologi Kesehatan dan Pangan, Dua Dosen Universitas Ini Raih Prestasi Nasional
Minggu, 10 Agustus 2025 - 08:00 WIB
Senada Aulia Arif Iskandar, yang kini menjabat Kepala Program Studi Biomedical Engineering di Swiss German University, menciptakan dua alat revolusioner: Dub-Dub Mini EKG dan Stetoskop Digital yang keduanya berbasis AI.
Aulia mengatakan dua inovasi ini berangkat dari keprihatinan terhadap akses terbatas masyarakat terhadap deteksi dini penyakit jantung dan paru-paru, ia mengembangkan solusi cerdas yang portabel, terjangkau, dan berbasis teknologi terkini.
Dub-Dub Mini EKG adalah alat elektrokardiogram 1-lead yang mampu mendeteksi irama jantung abnormal secara real-time dan mengirimkan data ke aplikasi ponsel melalui Bluetooth. Aplikasi ini memiliki fitur emergency alert dan telekonsultasi, memberikan akses lebih cepat dan aman kepada pasien untuk penanganan awal.
Sementara itu, Stetoskop Digital Berbasis AI dirancang untuk menganalisis suara paru-paru, bukan sekadar mendengarkannya. Dengan memanfaatkan machine learning, alat ini mampu mengklasifikasi penyakit paru berdasarkan pola suara pernapasan yang terekam, menjadikannya asisten diagnostik digital bagi tenaga medis.
"Kedua alat ini telah memperoleh penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI, termasuk sebagai alat terbaik ke-2 kategori inovasi alkes pada 2019 dan Produk Riset Alkes Unggulan Pertama 2024, menegaskan potensi besar teknologi lokal dalam sistem layanan kesehatan nasional," tutupnya.
Aulia mengatakan dua inovasi ini berangkat dari keprihatinan terhadap akses terbatas masyarakat terhadap deteksi dini penyakit jantung dan paru-paru, ia mengembangkan solusi cerdas yang portabel, terjangkau, dan berbasis teknologi terkini.
Dub-Dub Mini EKG adalah alat elektrokardiogram 1-lead yang mampu mendeteksi irama jantung abnormal secara real-time dan mengirimkan data ke aplikasi ponsel melalui Bluetooth. Aplikasi ini memiliki fitur emergency alert dan telekonsultasi, memberikan akses lebih cepat dan aman kepada pasien untuk penanganan awal.
Sementara itu, Stetoskop Digital Berbasis AI dirancang untuk menganalisis suara paru-paru, bukan sekadar mendengarkannya. Dengan memanfaatkan machine learning, alat ini mampu mengklasifikasi penyakit paru berdasarkan pola suara pernapasan yang terekam, menjadikannya asisten diagnostik digital bagi tenaga medis.
"Kedua alat ini telah memperoleh penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI, termasuk sebagai alat terbaik ke-2 kategori inovasi alkes pada 2019 dan Produk Riset Alkes Unggulan Pertama 2024, menegaskan potensi besar teknologi lokal dalam sistem layanan kesehatan nasional," tutupnya.
(nnz)
Lihat Juga :