Dilanda Demo Dahsyat, Nepal Punya 2 Universitas Terbaik Peringkat Dunia
Sabtu, 13 September 2025 - 17:11 WIB
Dua kampus terbaik peringkat dunia di Nepal menarik untuk diketahui di tengah sorotan dunia karena demonstrasi. Foto/MIT D-Lab.
JAKARTA - Dua universitas terbaik peringkat dunia di Nepal menarik untuk diketahui di tengah sorotan dunia karena demonstrasi besar yang digerakkan oleh Gen Z. Meski dilanda ketidakstabilan politik, kedua perguruan tinggi tersebut membuktikan bahwa komitmen terhadap pendidikan bermutu tetap berjalan.
Nepal tengah menjadi sorotan dunia. Gelombang krisis politik dan sosial melanda negeri di kaki Himalaya ini setelah pemerintah melarang 26 platform media sosial pada 4 September 2025. Dalihnya adalah untuk menekan penyebaran informasi keliru. Namun, keputusan itu justru memicu kemarahan publik, khususnya kalangan muda Gen Z.
Baca juga: Parlemen Nepal Dibubarkan, Pemilu akan Digelar Maret 2026
Sejak larangan diberlakukan, ribuan demonstran dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga pekerja muda memadati jalan-jalan ibu kota Kathmandu. Di kawasan Maitighar Mandala, mereka bersatu meneriakkan tuntutan “Hentikan korupsi, bukan media sosial!”.
Aksi protes meluas hingga membakar gedung parlemen, memaksa pengunduran diri Perdana Menteri K.P. Sharma Oli, serta menelan belasan korban jiwa dan kerugian materi yang tidak sedikit. Singkatnya, krisis Nepal bukan hanya mengguncang Asia Selatan, tetapi juga menjadi perhatian dunia internasional.
Nepal tengah menjadi sorotan dunia. Gelombang krisis politik dan sosial melanda negeri di kaki Himalaya ini setelah pemerintah melarang 26 platform media sosial pada 4 September 2025. Dalihnya adalah untuk menekan penyebaran informasi keliru. Namun, keputusan itu justru memicu kemarahan publik, khususnya kalangan muda Gen Z.
Baca juga: Parlemen Nepal Dibubarkan, Pemilu akan Digelar Maret 2026
Sejak larangan diberlakukan, ribuan demonstran dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga pekerja muda memadati jalan-jalan ibu kota Kathmandu. Di kawasan Maitighar Mandala, mereka bersatu meneriakkan tuntutan “Hentikan korupsi, bukan media sosial!”.
Aksi protes meluas hingga membakar gedung parlemen, memaksa pengunduran diri Perdana Menteri K.P. Sharma Oli, serta menelan belasan korban jiwa dan kerugian materi yang tidak sedikit. Singkatnya, krisis Nepal bukan hanya mengguncang Asia Selatan, tetapi juga menjadi perhatian dunia internasional.
Lihat Juga :