Pelatihan Drone LPPM Unwim Bekali Siswa SMKN 2 Garut Keterampilan Pemetaan Modern
Kamis, 18 September 2025 - 09:00 WIB
Pada tanggal 15 September 2025 diisi dengan teori dan konsep DEM, ortofoto, peta vektor, dan layouting, sedangkan pada 16 September dengan praktik pengolahan data foto udara sampai menjadi DEM, ortofoto, hingga peta yang siap dicetak.
Menurut tim PkM Universitas Winaya Mukti, pelatihan ini dirancang untuk membekali siswa dengan keterampilan praktis dalam pemetaan modern berbasis teknologi drone.
“Sebelumnya mereka hanya mengenal pemetaan konvensional. Melalui pelatihan ini, siswa tidak hanya belajar menerbangkan drone, tetapi juga menguasai pemanfaatannya untuk akuisisi data udara, mengolah data spasial, hingga menghasilkan peta cetak,” jelas Levana, ketua tim PkM, melalui siaran pers, Kamis (18/9/2025).
Pihak SMKN 2 Garut juga menilai kegiatan ini membawa pengalaman baru yang berbeda dibandingkan pelatihan drone sebelumnya.
“Kami memang pernah mengikuti pelatihan drone, tetapi kali ini terasa berbeda karena difasilitasi dengan unit drone sehingga siswa bisa mencoba langsung dari tahap awal hingga akhir. Mereka merasakan bagaimana menerbangkan drone, diolah hingga menjadi peta foto dan data ketinggian. Pengalaman seperti ini sangat berharga dan mampu menumbuhkan semangat belajar mereka di bidang geospasial,” ungkap Herdi, guru SMKN 2 Garut.
Menurut tim PkM Universitas Winaya Mukti, pelatihan ini dirancang untuk membekali siswa dengan keterampilan praktis dalam pemetaan modern berbasis teknologi drone.
“Sebelumnya mereka hanya mengenal pemetaan konvensional. Melalui pelatihan ini, siswa tidak hanya belajar menerbangkan drone, tetapi juga menguasai pemanfaatannya untuk akuisisi data udara, mengolah data spasial, hingga menghasilkan peta cetak,” jelas Levana, ketua tim PkM, melalui siaran pers, Kamis (18/9/2025).
Pihak SMKN 2 Garut juga menilai kegiatan ini membawa pengalaman baru yang berbeda dibandingkan pelatihan drone sebelumnya.
“Kami memang pernah mengikuti pelatihan drone, tetapi kali ini terasa berbeda karena difasilitasi dengan unit drone sehingga siswa bisa mencoba langsung dari tahap awal hingga akhir. Mereka merasakan bagaimana menerbangkan drone, diolah hingga menjadi peta foto dan data ketinggian. Pengalaman seperti ini sangat berharga dan mampu menumbuhkan semangat belajar mereka di bidang geospasial,” ungkap Herdi, guru SMKN 2 Garut.
Lihat Juga :