Dear Mahasiswa, Ini 3 Keterampilan yang Wajib Dimiliki di Era AI
Jum'at, 19 September 2025 - 09:28 WIB
Kemampuan ini bukan sekadar soft skills yang generik, tetapi juga kapasitas kepemimpinan tingkat lanjut yang kini menjadi agenda pembelajaran modern.
Bagi para profesional yang ingin tetap relevan dan berpengaruh di dunia kerja berbasis AI, mengasah kekuatan manusiawi yang lebih dalam ini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
Seperti yang ditegaskan Dr. Calvo, “Tantangan terbesar bagi pemimpin masa depan adalah menggabungkan aspek fisik (manusia dan talenta) dengan aspek virtual. Jika dilakukan dengan benar, hal ini tidak hanya akan menciptakan nilai bagi bisnis, tetapi juga menghadirkan kemajuan bagi masyarakat.”
Di tengah dunia yang terus berubah, menjadi manajer saja tidak cukup; diperlukan tujuan yang jelas untuk dapat benar-benar memimpin. Pada tahun 1992, pengusaha Jepang Yoshito Hori mendirikan GLOBIS University untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Kini, sebagai sekolah bisnis terbesar dan dengan pertumbuhan tercepat di Jepang, GLOBIS University memadukan pendidikan bisnis praktis dengan misi yang lebih dalam, yaitu membentuk pemimpin visioner yang mampu berkembang di dunia berbasis teknologi.
Dua pilar unik GLOBIS—Technovate (perpaduan teknologi dan inovasi) serta Kokorozashi (pencarian misi pribadi)—menjadi panduan bagi profesional dalam menyelaraskan ambisi dengan makna. Melalui pembelajaran yang berdasar dari kasus nyata, tantangan bisnis riil, dan ekosistem global yang kaya akan manusia, pengetahuan, serta modal, GLOBIS memberdayakan para profesional untuk memimpin bukan hanya dengan strategi, tetapi juga dengan tujuan.
Misi ini sangat relevan di Indonesia. Saat ini, Indonesia menjadi salah satu komunitas mahasiswa non-Jepang terbesar bagi GLOBIS, dengan 11 mahasiswa yang akan memulai Program MBA 2025 selain lima mahasiswa yang sudah aktif di Part-time & Online MBA. Jaringan alumni Indonesia yang terus berkembang—lebih dari 20 lulusan di Indonesia dan Jepang—juga menjadi wadah dukungan dan koneksi bagi generasi pemimpin berikutnya
Bagi para profesional yang ingin tetap relevan dan berpengaruh di dunia kerja berbasis AI, mengasah kekuatan manusiawi yang lebih dalam ini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
Seperti yang ditegaskan Dr. Calvo, “Tantangan terbesar bagi pemimpin masa depan adalah menggabungkan aspek fisik (manusia dan talenta) dengan aspek virtual. Jika dilakukan dengan benar, hal ini tidak hanya akan menciptakan nilai bagi bisnis, tetapi juga menghadirkan kemajuan bagi masyarakat.”
Di tengah dunia yang terus berubah, menjadi manajer saja tidak cukup; diperlukan tujuan yang jelas untuk dapat benar-benar memimpin. Pada tahun 1992, pengusaha Jepang Yoshito Hori mendirikan GLOBIS University untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Kini, sebagai sekolah bisnis terbesar dan dengan pertumbuhan tercepat di Jepang, GLOBIS University memadukan pendidikan bisnis praktis dengan misi yang lebih dalam, yaitu membentuk pemimpin visioner yang mampu berkembang di dunia berbasis teknologi.
Dua pilar unik GLOBIS—Technovate (perpaduan teknologi dan inovasi) serta Kokorozashi (pencarian misi pribadi)—menjadi panduan bagi profesional dalam menyelaraskan ambisi dengan makna. Melalui pembelajaran yang berdasar dari kasus nyata, tantangan bisnis riil, dan ekosistem global yang kaya akan manusia, pengetahuan, serta modal, GLOBIS memberdayakan para profesional untuk memimpin bukan hanya dengan strategi, tetapi juga dengan tujuan.
Misi ini sangat relevan di Indonesia. Saat ini, Indonesia menjadi salah satu komunitas mahasiswa non-Jepang terbesar bagi GLOBIS, dengan 11 mahasiswa yang akan memulai Program MBA 2025 selain lima mahasiswa yang sudah aktif di Part-time & Online MBA. Jaringan alumni Indonesia yang terus berkembang—lebih dari 20 lulusan di Indonesia dan Jepang—juga menjadi wadah dukungan dan koneksi bagi generasi pemimpin berikutnya
(nnz)
Lihat Juga :