Dear Mahasiswa, Ini 3 Keterampilan yang Wajib Dimiliki di Era AI

Jum'at, 19 September 2025 - 09:28 WIB
loading...
Dear Mahasiswa, Ini...
Survei Ipsos Global Advisor menunjukkan bahwa 62% masyarakat Indonesia khawatir pekerjaan mereka suatu hari akan tergantikan oleh AI. Foto/Istimewa.
A A A
JAKARTA - Survei global McKinsey tahun 2023 melaporkan bahwa hampir 40% jam kerja berpotensi terotomatisasi pada tahun 2030. Di sisi lain, laporan dari LinkedIn mencatat peningkatan yang tajam dalam jumlah profesional yang mencari peluang karier baru akibat kekhawatiran akan hilangnya pekerjaan karena disrupsi AI . Artinya, rasa takut tertinggal oleh teknologi memang bukan isapan jempol semata.

Ketakutan ini tidak hanya terjadi secara global, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Survei Ipsos Global Advisor menunjukkan bahwa 62% Masyarakat Indonesia khawatir pekerjaan mereka suatu hari akan tergantikan oleh AI.

Angka tersebut hampir dua kali lipat dari angka rata-rata global (36%). Survei dari PwC Indonesia pun menemukan bahwa 42% milenial Indonesia merasa perannya bisa tergeser oleh teknologi, dan hampir separuhnya menilai perusahaan belum memberi pelatihan atau kesempatan yang cukup untuk meningkatkan keterampilan digital.

Baca juga: Pendaftaran KIP Kuliah 2025 Jalur Mandiri PTN dan PTS Segera Ditutup, Cek Informasinya

Jika ditelaah lebih jauh, benang merah dari keterampilan kepemimpinan tersebut ada pada kemampuan untuk memimpin bersama dengan AI. Para pekerja profesional yang siap untuk sukses adalah mereka yang mampu memanfaatkan keunikan manusiawi untuk terus berinovasi secara bermakna.

GLOBIS University—sebuah universitas yang didirikan di Jepang, negara yang dikenal sebagai motor inovasi global—merumuskan hal ini melalui konsep yang disebut “augmented leadership” yang diperkenalkan oleh Wakil Dekan, Dr. Jorge Calvo.

Menurutnya, pemimpin masa depan bukan hanya mereka yang paham teknologi, melainkan mereka yang bisa menggabungkan kecakapan digital dengan visi dan kebijaksanaan yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan.

Menurut Calvo, ada tiga kemampuan utama yang mendefinisikan pemimpin tangguh di era AI:

1. Kemampuan untuk Mengorkestrasi Kolaborasi antara Manusia dengan AI

Pemimpin masa depan tidak cukup sekadar menggunakan teknologi sebagai alat bantu pekerjaannya, tapi perlu merancang organisasi di mana manusia dan AI bisa bekerja secara sinergis. Ini berarti menemukan keseimbangan antara efisiensi dan empati, memastikan inovasi bermanfaat bagi bisnis sekaligus masyarakat.

2. Kapasitas Memimpin dengan Tujuan dan Etika


Teknologi memang bisa mempercepat pengambilan keputusan, tetapi tidak bisa menentukan apa yang benar. Pemimpin perlu memiliki kompas moral, menanamkan pandangan yang etis, tanggung jawab, dan memiliki visi jangka panjang dalam memanfaatkan AI.

3. Kekuatan untuk Menginspirasi Transformasi


Kepemimpinan di era AI bukan soal beradaptasi secara pasif, melainkan aktif membentuk perubahan. Pemimpin perlu menumbuhkan kreativitas, ketangguhan, dan kecerdasan lintas budaya untuk menggerakkan tim menuju visi yang lebih jelas dan bermakna.
Kemampuan ini bukan sekadar soft skills yang generik, tetapi juga kapasitas kepemimpinan tingkat lanjut yang kini menjadi agenda pembelajaran modern.

Bagi para profesional yang ingin tetap relevan dan berpengaruh di dunia kerja berbasis AI, mengasah kekuatan manusiawi yang lebih dalam ini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

Seperti yang ditegaskan Dr. Calvo, “Tantangan terbesar bagi pemimpin masa depan adalah menggabungkan aspek fisik (manusia dan talenta) dengan aspek virtual. Jika dilakukan dengan benar, hal ini tidak hanya akan menciptakan nilai bagi bisnis, tetapi juga menghadirkan kemajuan bagi masyarakat.”

Di tengah dunia yang terus berubah, menjadi manajer saja tidak cukup; diperlukan tujuan yang jelas untuk dapat benar-benar memimpin. Pada tahun 1992, pengusaha Jepang Yoshito Hori mendirikan GLOBIS University untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Kini, sebagai sekolah bisnis terbesar dan dengan pertumbuhan tercepat di Jepang, GLOBIS University memadukan pendidikan bisnis praktis dengan misi yang lebih dalam, yaitu membentuk pemimpin visioner yang mampu berkembang di dunia berbasis teknologi.

Dua pilar unik GLOBIS—Technovate (perpaduan teknologi dan inovasi) serta Kokorozashi (pencarian misi pribadi)—menjadi panduan bagi profesional dalam menyelaraskan ambisi dengan makna. Melalui pembelajaran yang berdasar dari kasus nyata, tantangan bisnis riil, dan ekosistem global yang kaya akan manusia, pengetahuan, serta modal, GLOBIS memberdayakan para profesional untuk memimpin bukan hanya dengan strategi, tetapi juga dengan tujuan.

Misi ini sangat relevan di Indonesia. Saat ini, Indonesia menjadi salah satu komunitas mahasiswa non-Jepang terbesar bagi GLOBIS, dengan 11 mahasiswa yang akan memulai Program MBA 2025 selain lima mahasiswa yang sudah aktif di Part-time & Online MBA. Jaringan alumni Indonesia yang terus berkembang—lebih dari 20 lulusan di Indonesia dan Jepang—juga menjadi wadah dukungan dan koneksi bagi generasi pemimpin berikutnya
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
President University...
President University Tembus 165 Besar Dunia di WURI 2026
Rektor UIN Jakarta Tekankan...
Rektor UIN Jakarta Tekankan Dosen Hebat Kunci Lahirnya Mahasiswa Berkualitas dan Adaptif
Disertasi Doktor Komunikasi...
Disertasi Doktor Komunikasi Ungkap Bahaya Ketergantungan pada AI Smartwatch
President University...
President University Cetak 359 Inovasi Mahasiswa Lewat Economic Survival Exhibition 2026
Unika Atma Jaya Luncurkan...
Unika Atma Jaya Luncurkan Ijazah Digital Berbasis Blockchain
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Indonesia Kompeten 2045,...
Indonesia Kompeten 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi
Tiyo Ardianto Tolak...
Tiyo Ardianto Tolak Tawaran Bertemu Petinggi Lembaga Berbintang yang akan Berikan Apa pun yang Dia Mau
Rekomendasi
Pramono Perintahkan...
Pramono Perintahkan Investigasi Kasus Pemotongan Kabel Lift JPO Lenteng Agung
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Masih Dibuka hingga 11 Juni, Simak Jadwal Lengkapnya
SMUP Unpad 2026 Digelar...
SMUP Unpad 2026 Digelar Hari Ini, Cek Ketentuan yang Harus Dipatuhi
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Diperpanjang, Berikut Jadwal Terbarunya
Jadwal Ujian SIMAK UI...
Jadwal Ujian SIMAK UI 2026 Ditambah, Catat Waktu dan Tata Tertibnya
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
SPMB Banten 2026 Jalur...
SPMB Banten 2026 Jalur Domisili Sekolah Dibuka Besok, Simak Syaratnya
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved