Sosiolog IPB: Gerakan Stop Tot Tot Wuk Wuk Jadi Simbol Pembangkangan Sipil

Jum'at, 26 September 2025 - 13:42 WIB
“Yang kini membahayakan, respons publik saat mendengar sirene menjadi skeptis,” kata Dr Ivanovich.

Menurutnya, dampak lain dari penyalahgunaan sirene adalah turunnya kepercayaan masyarakat terhadap instruksi petugas di lapangan, bahkan memicu resistensi hingga ketegangan horizontal antar pengguna jalan. Situasi inilah yang akhirnya berpotensi membentuk pembangkangan sipil.

Solidaritas Publik Menguat



Ivanovich menambahkan, resistensi publik ini justru melahirkan solidaritas baru di jalan raya.

“Pengguna jalan yang selama ini terjebak macet kini menguatkan solidaritas publik dan kesadaran kolektif, hingga akhirnya membentuk norma baru kesetaraan posisi di jalan raya. Di pihak lain, elite pun mulai menahan diri, setidaknya dalam beberapa minggu ke depan,” jelasnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa penolakan publik ini bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, lahir mekanisme kontrol sosial yang efektif untuk menekan arogansi pejabat. Tapi di sisi lain, ada risiko terganggunya tatanan sosial dan keselamatan publik jika tidak disertai kebijakan yang jelas.

“Sirene dan strobo harus digunakan terbatas sesuai undang-undang. Tanpa itu, resistensi publik akan terus menguat,” pungkasnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!