Kuliah Umum FISIP UPNVJ: Teori Kritis Dianggap Solusi Utama Persoalan Komunikasi Kontemporer
Minggu, 28 September 2025 - 12:59 WIB
“Buku ini merupakan karya kolaboratif saya bersama Dr. Yuliandre Darwis, S.Sos. Mass.Comm., Ph.D., semoga bisa menjadi sumbangan signifikan terhadap literatur Ilmu Komunikasi di Indonesia,” jelas Azwar penulis buku yang juga Wakil Dekan Bidang Akademik, FISIP, UPN Veteran Jakarta.
Baca juga: Riwayat Pendidikan Nicke Widyawati, Eks Dirut Pertamina yang Masuk Daftar Perempuan Paling Berpengaruh
Lebih jauh dalam sambutannya sekaligus pembukaan acara, Azwar menekankan pentingnya karya tersebut bagi mahasiswa. "Bagi mahasiswa, buku ini sangat relevan dengan kita. Sangat penting untuk dibaca dan dipelajari. Mudah-mudahan buku ini menjadi sumbangan bagi ilmuan-ilmuan Indonesia terhadap dunia Ilmu Komunikasi, tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri," ujarnya.
Sesi bedah buku menghadirkan narasumber Muhardis (Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional) dan Deandra Dewindaru (Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP, UPN Veteran Jakarta). Acara ini dimoderatori oleh Dosen Program Studi Ilmu Politik FISIP UPN Veteran Jakarta, Chomariyana Kartika Hesti.
Pada kesempatan tersebut, kedua narasumber menegaskan bahwa teori kritis merupakan perangkat esensial untuk memahami media, komunikasi, dan sastra sebagai arena perebutan makna dan kekuasaan.
Teori kritis penting sebagai alat untuk membedah berbagai fenomena komunikasi yang terjadi saat ini. Teori ini ibarat pisau bedah yang bisa digunakan sebagai alat untuk membedah masalah-masalah komunikasi, terutama terkait dengan media sebagai bagian dari produk komunikasi.
Baca juga: Riwayat Pendidikan Nicke Widyawati, Eks Dirut Pertamina yang Masuk Daftar Perempuan Paling Berpengaruh
Lebih jauh dalam sambutannya sekaligus pembukaan acara, Azwar menekankan pentingnya karya tersebut bagi mahasiswa. "Bagi mahasiswa, buku ini sangat relevan dengan kita. Sangat penting untuk dibaca dan dipelajari. Mudah-mudahan buku ini menjadi sumbangan bagi ilmuan-ilmuan Indonesia terhadap dunia Ilmu Komunikasi, tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri," ujarnya.
Sesi bedah buku menghadirkan narasumber Muhardis (Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional) dan Deandra Dewindaru (Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP, UPN Veteran Jakarta). Acara ini dimoderatori oleh Dosen Program Studi Ilmu Politik FISIP UPN Veteran Jakarta, Chomariyana Kartika Hesti.
Pada kesempatan tersebut, kedua narasumber menegaskan bahwa teori kritis merupakan perangkat esensial untuk memahami media, komunikasi, dan sastra sebagai arena perebutan makna dan kekuasaan.
Teori kritis penting sebagai alat untuk membedah berbagai fenomena komunikasi yang terjadi saat ini. Teori ini ibarat pisau bedah yang bisa digunakan sebagai alat untuk membedah masalah-masalah komunikasi, terutama terkait dengan media sebagai bagian dari produk komunikasi.
Lihat Juga :