Lika Liku 2 Pasutri Kompak Wisuda Bareng dan Raih Gelar S2 dan S3 di ITS
Minggu, 28 September 2025 - 19:26 WIB
Momen hangat turut hadir dari pasangan wisudawan program doctor, yakni Dr Anindya Rachma Dwicahyani dan Dr Benazir Imam Arif Muttaqin. Berbeda dari Inas dan Bilal, kisah pasangan yang menikah pada tahun 2019 ini telah terjalin jauh sejak studi S1 mereka di Universitas Sebelas Maret (UNS) tahun 2011, yang berlanjut ke studi S2 di kampus yang sama. “Lalu saya lanjut S3 di ITS pada tahun 2021, sedangkan suami saya di 2022,” ungkap sang istri yang akrab disapa Anin tersebut.
Lembaran baru di jenjang doktoral ini pun penuh dengan jalan berkelok yang penuh makna. Pada tahun 2022, pasutri asal Solo ini menyambut kelahiran putra pertamanya di tengah padatnya kegiatan riset dan penyusunan disertasi. “Saat itu kami harus mengajak anak kami yang belum genap setahun untuk mengikuti International Conference on Industrial, Mechanical, Electrical and Chemical Engineering (ICIMECE) 2023 di Lombok,” terang sang suami dengan panggilan akrab Ben tersebut.
Tak hanya aktif mengikuti konferensi, pasangan penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) ini juga menerbitkan jurnal di Operations Research Perspectives dan Resources Policy terbitan Elsevier. Momen kebersamaan lainnya pun datang dari proses penyusunan disertasi, di mana Anin mengambil topik logistik dan supply chain management, sementara Ben mengenai rekayasa dan manajemen sistem manufaktur. “Tak jarang kami saling bertukar pikiran selama penyusunan disertasi masing-masing,” tambah Ben.
Anin dan Ben yang kini sama-sama mengabdi sebagai dosen di kampus berbeda berharap ilmu yang mereka raih dapat membawa manfaat secara luas. Sebagai orang tua, keduanya juga ingin terus menuntun keluarga kecil mereka menuju masa depan yang lebih baik. Sementara itu, pasangan muda Inas dan Bilal menaruh harapan sederhana agar semakin saling memahami dan mampu menjadi sandaran satu sama lain dalam perjalanan meraih cita-cita.
Lembaran baru di jenjang doktoral ini pun penuh dengan jalan berkelok yang penuh makna. Pada tahun 2022, pasutri asal Solo ini menyambut kelahiran putra pertamanya di tengah padatnya kegiatan riset dan penyusunan disertasi. “Saat itu kami harus mengajak anak kami yang belum genap setahun untuk mengikuti International Conference on Industrial, Mechanical, Electrical and Chemical Engineering (ICIMECE) 2023 di Lombok,” terang sang suami dengan panggilan akrab Ben tersebut.
Tak hanya aktif mengikuti konferensi, pasangan penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) ini juga menerbitkan jurnal di Operations Research Perspectives dan Resources Policy terbitan Elsevier. Momen kebersamaan lainnya pun datang dari proses penyusunan disertasi, di mana Anin mengambil topik logistik dan supply chain management, sementara Ben mengenai rekayasa dan manajemen sistem manufaktur. “Tak jarang kami saling bertukar pikiran selama penyusunan disertasi masing-masing,” tambah Ben.
Anin dan Ben yang kini sama-sama mengabdi sebagai dosen di kampus berbeda berharap ilmu yang mereka raih dapat membawa manfaat secara luas. Sebagai orang tua, keduanya juga ingin terus menuntun keluarga kecil mereka menuju masa depan yang lebih baik. Sementara itu, pasangan muda Inas dan Bilal menaruh harapan sederhana agar semakin saling memahami dan mampu menjadi sandaran satu sama lain dalam perjalanan meraih cita-cita.
(nnz)
Lihat Juga :