Lika Liku 2 Pasutri Kompak Wisuda Bareng dan Raih Gelar S2 dan S3 di ITS
Minggu, 28 September 2025 - 19:26 WIB
loading...
Pasutri Muhammad Bilal Teguh dan Bilqis Hanifah Inas saat mengikuti prosesi Wisuda ke-132 ITS di Grha Sepuluh Nopember ITS. Foto/ITS.
A
A
A
JAKARTA - 2 pasangan suami istri ( pasutri ) sukses menamatkan lembar perjalanan studi bersama di Departemen Teknik Sistem dan Industri, Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem (FTIRS) ITS.
Satu pasangan kompak meraih gelar magister, sementara yang satunya berhasil dikukuhkan bersama sebagai doktor pada gelaran wisuda hari ke-3, Sabtu (27/9) siang.
Mengawali kisahnya, pasangan wisudawan magister Bilqis Hanifah Inas dan sang suami Muhammad Bilal Teguh menyebut bahwa studi magister (S2) ini menjadi titik awal pertemuan keduanya.
Baca juga: Kisah Wiwik Dahani, Wisudawan Tertua ITS Usia 63 Tahun Raih IPK 3,95
Sang istri yang kerap disapa Inas tersebut lulus dari S1 Departemen Teknik Lingkungan ITS pada tahun 2022, sedangkan Bilal menyelesaikan studi S1 di Departemen Teknik Kelautan ITS pada tahun 2019 dan sempat bekerja. “Setelah itu kami sama-sama melanjutkan S2 di tahun 2023,” tutur Inas, melalui siaran pers, Minggu (28/9/2025).
Pasutri yang berdomisili di daerah Kenjeran, Surabaya ini akhirnya memutuskan untuk menikah pada Desember 2024 setelah menjalin kedekatan sejak awal perkuliahan. Inas bercerita, persiapan pernikahan menjadi tantangan tersendiri yang mewarnai perjalanan studi magisternya bersama Bilal.
Baca juga: Pendidikan Bagas Marsudi, Putra Menlu Retno Marsudi yang Diwisuda Bersama Anak Sri Mulyani
“Waktu itu kami sempat terlambat untuk mulai penyusunan tesis, tapi Alhamdulillah bisa dikejar dan akhirnya bisa lulus tepat waktu,” tutur wisudawan kelahiran 21 Agustus 1999 ini penuh rasa syukur.
Di balik proses akademik yang dilalui, keduanya sama-sama meyakini bahwa dukungan pasangan menjadi kunci utama. Bilal mengaku kagum dengan ketekunan Inas dalam mengerjakan tesis dengan topik ergonominya, yang mana turut memotivasi lelaki kelahiran 24 November 1997 ini untuk lebih konsisten menyelesaikan tesisnya di bidang keselamatan kerja. “Apabila ada kesulitan, kami selalu saling membantu satu sama lain,” ujar Bilal menimpali.
Momen hangat turut hadir dari pasangan wisudawan program doctor, yakni Dr Anindya Rachma Dwicahyani dan Dr Benazir Imam Arif Muttaqin. Berbeda dari Inas dan Bilal, kisah pasangan yang menikah pada tahun 2019 ini telah terjalin jauh sejak studi S1 mereka di Universitas Sebelas Maret (UNS) tahun 2011, yang berlanjut ke studi S2 di kampus yang sama. “Lalu saya lanjut S3 di ITS pada tahun 2021, sedangkan suami saya di 2022,” ungkap sang istri yang akrab disapa Anin tersebut.
Lembaran baru di jenjang doktoral ini pun penuh dengan jalan berkelok yang penuh makna. Pada tahun 2022, pasutri asal Solo ini menyambut kelahiran putra pertamanya di tengah padatnya kegiatan riset dan penyusunan disertasi. “Saat itu kami harus mengajak anak kami yang belum genap setahun untuk mengikuti International Conference on Industrial, Mechanical, Electrical and Chemical Engineering (ICIMECE) 2023 di Lombok,” terang sang suami dengan panggilan akrab Ben tersebut.
Tak hanya aktif mengikuti konferensi, pasangan penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) ini juga menerbitkan jurnal di Operations Research Perspectives dan Resources Policy terbitan Elsevier. Momen kebersamaan lainnya pun datang dari proses penyusunan disertasi, di mana Anin mengambil topik logistik dan supply chain management, sementara Ben mengenai rekayasa dan manajemen sistem manufaktur. “Tak jarang kami saling bertukar pikiran selama penyusunan disertasi masing-masing,” tambah Ben.
Anin dan Ben yang kini sama-sama mengabdi sebagai dosen di kampus berbeda berharap ilmu yang mereka raih dapat membawa manfaat secara luas. Sebagai orang tua, keduanya juga ingin terus menuntun keluarga kecil mereka menuju masa depan yang lebih baik. Sementara itu, pasangan muda Inas dan Bilal menaruh harapan sederhana agar semakin saling memahami dan mampu menjadi sandaran satu sama lain dalam perjalanan meraih cita-cita.
Satu pasangan kompak meraih gelar magister, sementara yang satunya berhasil dikukuhkan bersama sebagai doktor pada gelaran wisuda hari ke-3, Sabtu (27/9) siang.
Mengawali kisahnya, pasangan wisudawan magister Bilqis Hanifah Inas dan sang suami Muhammad Bilal Teguh menyebut bahwa studi magister (S2) ini menjadi titik awal pertemuan keduanya.
Baca juga: Kisah Wiwik Dahani, Wisudawan Tertua ITS Usia 63 Tahun Raih IPK 3,95
Sang istri yang kerap disapa Inas tersebut lulus dari S1 Departemen Teknik Lingkungan ITS pada tahun 2022, sedangkan Bilal menyelesaikan studi S1 di Departemen Teknik Kelautan ITS pada tahun 2019 dan sempat bekerja. “Setelah itu kami sama-sama melanjutkan S2 di tahun 2023,” tutur Inas, melalui siaran pers, Minggu (28/9/2025).
Pasutri yang berdomisili di daerah Kenjeran, Surabaya ini akhirnya memutuskan untuk menikah pada Desember 2024 setelah menjalin kedekatan sejak awal perkuliahan. Inas bercerita, persiapan pernikahan menjadi tantangan tersendiri yang mewarnai perjalanan studi magisternya bersama Bilal.
Baca juga: Pendidikan Bagas Marsudi, Putra Menlu Retno Marsudi yang Diwisuda Bersama Anak Sri Mulyani
“Waktu itu kami sempat terlambat untuk mulai penyusunan tesis, tapi Alhamdulillah bisa dikejar dan akhirnya bisa lulus tepat waktu,” tutur wisudawan kelahiran 21 Agustus 1999 ini penuh rasa syukur.
Di balik proses akademik yang dilalui, keduanya sama-sama meyakini bahwa dukungan pasangan menjadi kunci utama. Bilal mengaku kagum dengan ketekunan Inas dalam mengerjakan tesis dengan topik ergonominya, yang mana turut memotivasi lelaki kelahiran 24 November 1997 ini untuk lebih konsisten menyelesaikan tesisnya di bidang keselamatan kerja. “Apabila ada kesulitan, kami selalu saling membantu satu sama lain,” ujar Bilal menimpali.
Momen hangat turut hadir dari pasangan wisudawan program doctor, yakni Dr Anindya Rachma Dwicahyani dan Dr Benazir Imam Arif Muttaqin. Berbeda dari Inas dan Bilal, kisah pasangan yang menikah pada tahun 2019 ini telah terjalin jauh sejak studi S1 mereka di Universitas Sebelas Maret (UNS) tahun 2011, yang berlanjut ke studi S2 di kampus yang sama. “Lalu saya lanjut S3 di ITS pada tahun 2021, sedangkan suami saya di 2022,” ungkap sang istri yang akrab disapa Anin tersebut.
Lembaran baru di jenjang doktoral ini pun penuh dengan jalan berkelok yang penuh makna. Pada tahun 2022, pasutri asal Solo ini menyambut kelahiran putra pertamanya di tengah padatnya kegiatan riset dan penyusunan disertasi. “Saat itu kami harus mengajak anak kami yang belum genap setahun untuk mengikuti International Conference on Industrial, Mechanical, Electrical and Chemical Engineering (ICIMECE) 2023 di Lombok,” terang sang suami dengan panggilan akrab Ben tersebut.
Tak hanya aktif mengikuti konferensi, pasangan penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) ini juga menerbitkan jurnal di Operations Research Perspectives dan Resources Policy terbitan Elsevier. Momen kebersamaan lainnya pun datang dari proses penyusunan disertasi, di mana Anin mengambil topik logistik dan supply chain management, sementara Ben mengenai rekayasa dan manajemen sistem manufaktur. “Tak jarang kami saling bertukar pikiran selama penyusunan disertasi masing-masing,” tambah Ben.
Anin dan Ben yang kini sama-sama mengabdi sebagai dosen di kampus berbeda berharap ilmu yang mereka raih dapat membawa manfaat secara luas. Sebagai orang tua, keduanya juga ingin terus menuntun keluarga kecil mereka menuju masa depan yang lebih baik. Sementara itu, pasangan muda Inas dan Bilal menaruh harapan sederhana agar semakin saling memahami dan mampu menjadi sandaran satu sama lain dalam perjalanan meraih cita-cita.
(nnz)
Lihat Juga :