Profil Ponpes Al Khoziny Sidoarjo yang Terkena Musibah, Tempat Ulama Besar Menimba Ilmu

Jum'at, 03 Oktober 2025 - 07:00 WIB
Kini, pesantren diasuh generasi ketiga, KHR Abdus Salam Mujib, yang menegaskan usia pesantren ini telah lebih dari seratus tahun.

Tercatat, sejumlah ulama besar pernah menimba ilmu di ponpes ini, seperti KH M Hasyim Asy’ari (Tebuireng, Jombang), KH Nasir (Bangkalan), KH Abd Wahab Hasbullah (Tambakberas, Jombang), KH Umar (Jember), KH Nawawi (Pendiri Pesantren Ma'had Arriyadl Ringin Agung Kediri), KH Usman Al Ishaqi (Alfitrah Kedinding, Surabaya), KH Abdul Majid (Bata-bata Pamekasan), KH Dimyati (Banten), KH Ali Mas’ud (Sidoarjo), KH As’ad Syamsul Arifin (Situbondo), dan masih banyak lagi.

Baca juga: Update Korban Musala Ambruk Ponpes Al Khoziny, 5 Santri Meninggal Dunia

Pesantren ini juga dikenal dengan “Lima Tarekat” yang diwariskan KH Abdul Mujib Abbas, yakni: belajar dan mengajar, salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, salat witir, serta istiqamah. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi pembentukan karakter santri.

Perkembangan Pendidikan dan Peran Besar Pesantren Al Khoziny



Seiring berjalannya waktu, Pesantren Al Khoziny berkembang dari pengajian salaf menjadi lembaga pendidikan formal. Pada 1964 berdiri Madrasah Tsanawiyah, disusul Madrasah Aliyah dan Madrasah Ibtidaiyah di tahun 1970-an. Tahun 1982, pesantren ini mendirikan Sekolah Tinggi Diniyah yang kemudian berkembang menjadi Institut Agama Islam (IAI) Al Khoziny.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!