Riwayat Pendidikan Soegondo Djojopoespito, Ketua Kongres Lahirnya Sumpah Pemuda
Senin, 27 Oktober 2025 - 12:06 WIB
Perjalanan pendidikan Soegondo dimulai di HIS (Hollandsch-Inlandsche School) Tuban, sekolah dasar khusus pribumi yang dikelola pemerintah kolonial Belanda.
Ia menempuh pendidikan selama tujuh tahun, mulai 1911 hingga 1918. Setelah lulus, Soegondo melanjutkan pendidikannya ke MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) di Surabaya pada 1918–1921, yang setara dengan sekolah menengah pertama saat ini.
Baca juga: Jelang Peringatan Sumpah Pemuda, Hasto Ingatkan Pesan Bung Karno
Selama bersekolah di Surabaya, Soegondo tinggal di rumah HOS Tjokroaminoto, tokoh pergerakan Islam dan nasionalisme yang juga dikenal sebagai “Guru Bangsa”.
Di rumah inilah, ia bertemu dengan Soekarno, yang saat itu sudah lebih tua dan banyak membaca buku-buku politik serta filsafat. Dari diskusi-diskusi yang sering mereka lakukan, Soegondo mulai tertarik pada pemikiran kebangsaan dan semangat perjuangan kemerdekaan.
Setelah menamatkan pendidikan di MULO, Soegondo melanjutkan studi ke AMS/B Afdeling (setingkat SMA jurusan ilmu pasti dan alam) di Yogyakarta pada 1921–1924. Di kota ini, ia tinggal di rumah keluarga Ki Hadjar Dewantara, pendiri Taman Siswa. Pengaruh kuat dari Ki Hadjar Dewantara membentuk karakter nasionalis dan idealisme Soegondo muda terhadap pentingnya pendidikan dan kemerdekaan bangsa.
Baca juga: Menggali Kembali Semangat dari Teks Sumpah Pemuda yang Dibacakan 28 Oktober 1928
Ia menempuh pendidikan selama tujuh tahun, mulai 1911 hingga 1918. Setelah lulus, Soegondo melanjutkan pendidikannya ke MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) di Surabaya pada 1918–1921, yang setara dengan sekolah menengah pertama saat ini.
Baca juga: Jelang Peringatan Sumpah Pemuda, Hasto Ingatkan Pesan Bung Karno
Selama bersekolah di Surabaya, Soegondo tinggal di rumah HOS Tjokroaminoto, tokoh pergerakan Islam dan nasionalisme yang juga dikenal sebagai “Guru Bangsa”.
Di rumah inilah, ia bertemu dengan Soekarno, yang saat itu sudah lebih tua dan banyak membaca buku-buku politik serta filsafat. Dari diskusi-diskusi yang sering mereka lakukan, Soegondo mulai tertarik pada pemikiran kebangsaan dan semangat perjuangan kemerdekaan.
Setelah menamatkan pendidikan di MULO, Soegondo melanjutkan studi ke AMS/B Afdeling (setingkat SMA jurusan ilmu pasti dan alam) di Yogyakarta pada 1921–1924. Di kota ini, ia tinggal di rumah keluarga Ki Hadjar Dewantara, pendiri Taman Siswa. Pengaruh kuat dari Ki Hadjar Dewantara membentuk karakter nasionalis dan idealisme Soegondo muda terhadap pentingnya pendidikan dan kemerdekaan bangsa.
Baca juga: Menggali Kembali Semangat dari Teks Sumpah Pemuda yang Dibacakan 28 Oktober 1928
Lihat Juga :