Universitas Indonesia Resmikan Lobby Saparinah Sadli
Jum'at, 07 November 2025 - 21:30 WIB
Sementara itu, Herta Napitupulu, Wakil Dekan Fakultas Psikologi UI, menjelaskan bahwa peresmian Lobby Saparinah Sadli merupakan bagian dari pembaruan fasilitas kampus agar lebih ramah lansia dan inklusif.
“Kami ingin menciptakan ruang yang bisa diakses semua kalangan. Inklusi adalah kata kunci di Fakultas Psikologi,” ujar Herta.
Prof. Saparinah, lanjut Herta, adalah simbol dari inklusi itu sendiri — sosok lansia yang tetap aktif, bahagia, dan diterima di lingkungannya. Ia menambahkan, UI kini membuka diri untuk menjalin kerja sama berkelanjutan dengan Kemensos. Bidang psikologi sosial dan klinis menjadi pintu masuk ideal untuk program pendampingan lansia.
“Mahasiswa psikologi bisa belajar langsung di lapangan bersama program Kemensos. Ini kerja sama yang saling memperkaya — akademisi mendapat pengalaman nyata, dan Kemensos mendapat dukungan ilmiah,” jelasnya.
Peresmian Lobby Saparinah Sadli juga menandai arah baru hubungan antara dunia akademik dan kebijakan sosial. UI dan Kemensos sepakat untuk menjajaki kolaborasi yang tak berhenti di meja seremonial: riset terapan, program lapangan mahasiswa, hingga pembentukan komunitas pendamping lansia.
“Kami ingin teori dan kebijakan saling menguatkan. Apa yang ditemukan di lapangan bisa diuji secara ilmiah, dan sebaliknya, hasil penelitian bisa diterapkan dalam program sosial,” kata Suratna.
UI menilai kerja sama ini penting untuk menghadapi fenomena aging society di Indonesia — populasi lansia yang terus meningkat dan membutuhkan pendekatan multidisiplin.
“Fakultas Psikologi punya tanggung jawab sosial. Kami ingin mahasiswa belajar bahwa sains psikologi bukan hanya untuk memahami manusia, tapi juga untuk menolongnya,” ujar Herta menutup.
“Kami ingin menciptakan ruang yang bisa diakses semua kalangan. Inklusi adalah kata kunci di Fakultas Psikologi,” ujar Herta.
Prof. Saparinah, lanjut Herta, adalah simbol dari inklusi itu sendiri — sosok lansia yang tetap aktif, bahagia, dan diterima di lingkungannya. Ia menambahkan, UI kini membuka diri untuk menjalin kerja sama berkelanjutan dengan Kemensos. Bidang psikologi sosial dan klinis menjadi pintu masuk ideal untuk program pendampingan lansia.
“Mahasiswa psikologi bisa belajar langsung di lapangan bersama program Kemensos. Ini kerja sama yang saling memperkaya — akademisi mendapat pengalaman nyata, dan Kemensos mendapat dukungan ilmiah,” jelasnya.
Peresmian Lobby Saparinah Sadli juga menandai arah baru hubungan antara dunia akademik dan kebijakan sosial. UI dan Kemensos sepakat untuk menjajaki kolaborasi yang tak berhenti di meja seremonial: riset terapan, program lapangan mahasiswa, hingga pembentukan komunitas pendamping lansia.
“Kami ingin teori dan kebijakan saling menguatkan. Apa yang ditemukan di lapangan bisa diuji secara ilmiah, dan sebaliknya, hasil penelitian bisa diterapkan dalam program sosial,” kata Suratna.
UI menilai kerja sama ini penting untuk menghadapi fenomena aging society di Indonesia — populasi lansia yang terus meningkat dan membutuhkan pendekatan multidisiplin.
“Fakultas Psikologi punya tanggung jawab sosial. Kami ingin mahasiswa belajar bahwa sains psikologi bukan hanya untuk memahami manusia, tapi juga untuk menolongnya,” ujar Herta menutup.
(nnz)
Lihat Juga :