Kagumi Integritas Baharuddin Lopa, Rifa Okstriana Sabet Wisudawan Terbaik FH Unesa
Minggu, 23 November 2025 - 07:30 WIB
Ia diterima sebagai mahasiswa Unesa melalui jalur SNMPTN dan memilih Program Studi S-1 Ilmu Hukum. Sosok jaksa agung legendaris Baharuddin Lopa menjadi salah satu sumber inspirasinya untuk memperdalam dunia hukum.
“Dari beliau saya belajar bahwa hukum bukan hanya soal pasal, tetapi tentang moralitas dan keberanian menjunjung kebenaran,” kata Rifa.
Baca juga: Sosok Ellana, Lulus S1 ITB dengan IPK Tertinggi yang Aktif Berorganisasi
Minatnya pada bidang Hukum Ketenagakerjaan mendorongnya menulis skripsi berjudul “Tinjauan Hukum Pemberian Upah di Bawah Upah Minimum kepada Dosen Tetap Perguruan Tinggi Swasta.” Ia mengangkat tema tersebut karena keprihatinan terhadap ketimpangan antara beban kerja dan pendapatan dosen di sejumlah perguruan tinggi swasta (PTS), yang masih banyak menerima gaji di bawah Upah Minimum Provinsi, meski berstatus tenaga profesional.
Untuk meningkatkan kompetensinya, Rifa aktif sebagai bagian dari Tim Redaksi Indonesian Journal of Labor Law and Industrial Relations Fakultas Hukum Unesa. Selama menjadi editor, ia bertanggung jawab mengelola naskah, mengoordinasikan proses peer-review, serta memastikan kualitas artikel sesuai standar publikasi ilmiah.
Ia juga menulis artikel berjudul “Legal Protection of Women Workers on the Night Shift (Comparison of Indonesia and Malaysia)”, yang membahas perlindungan hukum bagi pekerja perempuan pada shift malam. Berbagai pengalaman ini menanamkan pemahaman kepadanya mengenai pentingnya ketelitian, disiplin, serta kolaborasi antara penulis dan reviewer agar karya ilmiah dapat memberi manfaat nyata.
“Dari beliau saya belajar bahwa hukum bukan hanya soal pasal, tetapi tentang moralitas dan keberanian menjunjung kebenaran,” kata Rifa.
Baca juga: Sosok Ellana, Lulus S1 ITB dengan IPK Tertinggi yang Aktif Berorganisasi
Minatnya pada bidang Hukum Ketenagakerjaan mendorongnya menulis skripsi berjudul “Tinjauan Hukum Pemberian Upah di Bawah Upah Minimum kepada Dosen Tetap Perguruan Tinggi Swasta.” Ia mengangkat tema tersebut karena keprihatinan terhadap ketimpangan antara beban kerja dan pendapatan dosen di sejumlah perguruan tinggi swasta (PTS), yang masih banyak menerima gaji di bawah Upah Minimum Provinsi, meski berstatus tenaga profesional.
Untuk meningkatkan kompetensinya, Rifa aktif sebagai bagian dari Tim Redaksi Indonesian Journal of Labor Law and Industrial Relations Fakultas Hukum Unesa. Selama menjadi editor, ia bertanggung jawab mengelola naskah, mengoordinasikan proses peer-review, serta memastikan kualitas artikel sesuai standar publikasi ilmiah.
Ia juga menulis artikel berjudul “Legal Protection of Women Workers on the Night Shift (Comparison of Indonesia and Malaysia)”, yang membahas perlindungan hukum bagi pekerja perempuan pada shift malam. Berbagai pengalaman ini menanamkan pemahaman kepadanya mengenai pentingnya ketelitian, disiplin, serta kolaborasi antara penulis dan reviewer agar karya ilmiah dapat memberi manfaat nyata.
Lihat Juga :