Pascasarjana PTKIN Didorong Lahirkan Alumni Otoritatif dan Rujukan Utama di Ruang Publik
Minggu, 23 November 2025 - 12:41 WIB
Pada kesempatan yang sama, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof Sahiron Syamsudin menuturkan, konferensi internasional dapat dimanfaatkan sebagai jembatan dalam pengembangan keilmuan, khususnya keagamaan Islam yang kini telah ditopang oleh ribuan profesor.
"Kita sudah punya profesor 1.400 lebih, sekarang pertanyaannya, seberapa besar pengetahuan yang sudah kita kembangkan, terkhusus keagamaan Islam. Seberapa jauh perkembangan yang kita lakukan, dan untuk itulah di konferensi semacam ini kita bahas sebagaimana tema besar yang diusung," katanya.
INCOILS telah menjadi forum terkemuka untuk mempertemukan sarjana, praktisi dan pembuat kebijakan dari berbagai negara. Edisi kelima di Yogyakarta ini bertujuan mendalami bagaimana kerangka hukum Islam dan nilai-nilai keagamaan dapat diintegrasikan secara efektif dalam merumuskan kebijakan dan tindakan nyata untuk mengatasi krisis lingkungan global.
Selama tiga hari penuh, para partisipan akan membahas berbagai sumtema, mulai dari fikih mulai daari fikih lingkungan, peran lembaga keagamaan dalam konservasi, hingga regulasi hukum terkait pengelolaan sumberdaya alam.
Harapannya, melalui konferensi seperti INCOILS ini, para akademisi dapat membuktikan kapasitas mereka untuk menjadi rujukan dan otoritas dalam isu-isu lingkungan, menawarkan perspektif keagamaan yang mendalam, berlandaskan ilmu yang kuat, serta memiliki dampak nyata bagi kemaslahatan umat dan alam semesta.
"Kita sudah punya profesor 1.400 lebih, sekarang pertanyaannya, seberapa besar pengetahuan yang sudah kita kembangkan, terkhusus keagamaan Islam. Seberapa jauh perkembangan yang kita lakukan, dan untuk itulah di konferensi semacam ini kita bahas sebagaimana tema besar yang diusung," katanya.
INCOILS telah menjadi forum terkemuka untuk mempertemukan sarjana, praktisi dan pembuat kebijakan dari berbagai negara. Edisi kelima di Yogyakarta ini bertujuan mendalami bagaimana kerangka hukum Islam dan nilai-nilai keagamaan dapat diintegrasikan secara efektif dalam merumuskan kebijakan dan tindakan nyata untuk mengatasi krisis lingkungan global.
Selama tiga hari penuh, para partisipan akan membahas berbagai sumtema, mulai dari fikih mulai daari fikih lingkungan, peran lembaga keagamaan dalam konservasi, hingga regulasi hukum terkait pengelolaan sumberdaya alam.
Harapannya, melalui konferensi seperti INCOILS ini, para akademisi dapat membuktikan kapasitas mereka untuk menjadi rujukan dan otoritas dalam isu-isu lingkungan, menawarkan perspektif keagamaan yang mendalam, berlandaskan ilmu yang kuat, serta memiliki dampak nyata bagi kemaslahatan umat dan alam semesta.
(abd)
Lihat Juga :