8 Negara yang Larang Penggunaan HP di Sekolah, Ada Tetangga Indonesia

Kamis, 04 Desember 2025 - 18:15 WIB
Denmark menjadi negara Eropa terbaru yang mengumumkan larangan penuh penggunaan ponsel di sekolah pada awal 2025. Pemerintah menyebut kebijakan ini lahir dari kekhawatiran tentang dominasi platform digital di kalangan pelajar.

Ketua Komisi Kesejahteraan Denmark bahkan mendorong negara-negara Eropa lainnya mengikuti langkah serupa. Temuan pemerintah menunjukkan 94 persen remaja Denmark memiliki akun media sosial bahkan sebelum usia 13 tahun, dan menghabiskan rata-rata tiga jam per hari di platform seperti TikTok dan YouTube.

2. Hongaria



Hongaria telah menerapkan aturan pembatasan lebih ketat sejak beberapa tahun lalu. Kebijakan tersebut menyatakan bahwa siswa tidak diperbolehkan menggunakan telepon di dalam ruang kelas. Pemerintah menilai larangan ini mendukung proses belajar agar lebih kondusif dan minim gangguan.

3. Prancis



Prancis tercatat sebagai salah satu negara paling awal yang melarang penggunaan ponsel di sekolah, yakni sejak 2018. Aturan ini berlaku untuk seluruh jenjang sekolah dasar hingga menengah pertama.

Selain itu, Prancis kini sedang menguji coba konsep "jeda digital" bagi anak di bawah 15 tahun. Pemerintah juga memperketat batas usia minimum media sosial, sementara Norwegia sebagai negara tetangga telah menerapkan batas usia 15 tahun untuk penggunaan platform digital.

4. Finlandia



Finlandia mulai memperketat penggunaan ponsel di sekolah menyusul kekhawatiran meningkatnya gangguan digital dalam proses belajar.

Sebuah sekolah di kota Varkaus telah mewajibkan sekitar 700 siswanya menyimpan ponsel di tas atau loker sepanjang hari, termasuk saat istirahat. Sementara di kota Tampere, penggunaan ponsel hanya diperbolehkan di luar gedung sekolah.

Badan Pendidikan Nasional Finlandia merekomendasikan aturan lebih tegas, termasuk larangan penggunaan perangkat saat makan serta pembatasan selama jam istirahat. Hal ini diperkuat oleh survei OECD 2022, yang mencatat 41 persen siswa Finlandia terganggu oleh sumber digital dalam pelajaran matematika—angka yang lebih tinggi dari rata-rata OECD.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!