Pameran Potluck 2025 DKV IKJ Tampilkan Karya Lintas Generasi
Kamis, 04 Desember 2025 - 18:33 WIB
Bambang menambahkan, pameran ini hadir sebagai ruang merayakan keberagaman dunia DKV sekaligus sebagai arena dialog lintas batas, baik antar akademisi, mahasiswa, alumni, maupun pelaku industri kreatif. Dengan format hybrid (offline & online), Potluck 2025 memperluas jejaring ke tingkat internasional, khususnya Asia Tenggara.
Bambang menerangkan, desain tidak hanya sekedar bentuk ekspresi visual, tetapi juga sebuah medium yang menjembatani warisan masa lalu dengan inovasi masa depan. Dalam konteks komunitas Desain Komunikasi Visual Institut Kesenian Jakarta (Deskov IKJ), karya-karya yang dihasilkan mencerminkan perjalanan panjang penciptaan, pemikiran, serta eksplorasi yang terus berkembang dari generasi ke generasi.
“Pameran ini hadir sebagai ruang untuk mengapresiasi warisan kreativitas yang telah dibangun oleh para pendahulu, sekaligus menjadi titik temu bagi gagasan-gagasan baru yang akan membawa dunia desain ke arah yang lebih segar dan relevan dengan perkembangan zaman,” tambahnya.
Sementara Adityayoga, Ketua Pameran Potluck 2025 menerangkan, dalam menghadirkan pengalaman yang lebih luas, pameran ini mengusung pendekatan hybrid, menggabungkan format online dan offline untuk menjangkau lebih banyak partisipan dari berbagai latar belakang, termasuk komunitas desain di tingkat internasional, khususnya Asia Tenggara.
“Dengan memanfaatkan teknologi digital, pameran ini memungkinkan eksplorasi visual yang lebih interaktif dan partisipatif, tanpa menghilangkan nilai interaksi fisik yang tetap menjadi bagian penting dari pengalaman kreatif,” ujarnya.
Bambang menerangkan, desain tidak hanya sekedar bentuk ekspresi visual, tetapi juga sebuah medium yang menjembatani warisan masa lalu dengan inovasi masa depan. Dalam konteks komunitas Desain Komunikasi Visual Institut Kesenian Jakarta (Deskov IKJ), karya-karya yang dihasilkan mencerminkan perjalanan panjang penciptaan, pemikiran, serta eksplorasi yang terus berkembang dari generasi ke generasi.
“Pameran ini hadir sebagai ruang untuk mengapresiasi warisan kreativitas yang telah dibangun oleh para pendahulu, sekaligus menjadi titik temu bagi gagasan-gagasan baru yang akan membawa dunia desain ke arah yang lebih segar dan relevan dengan perkembangan zaman,” tambahnya.
Sementara Adityayoga, Ketua Pameran Potluck 2025 menerangkan, dalam menghadirkan pengalaman yang lebih luas, pameran ini mengusung pendekatan hybrid, menggabungkan format online dan offline untuk menjangkau lebih banyak partisipan dari berbagai latar belakang, termasuk komunitas desain di tingkat internasional, khususnya Asia Tenggara.
“Dengan memanfaatkan teknologi digital, pameran ini memungkinkan eksplorasi visual yang lebih interaktif dan partisipatif, tanpa menghilangkan nilai interaksi fisik yang tetap menjadi bagian penting dari pengalaman kreatif,” ujarnya.
Lihat Juga :