UNEJ-JLASTU China Resmi Teken MoU, Fokus Kolaborasi Pertanian dan Teknologi
Selasa, 16 Desember 2025 - 16:17 WIB
Dari pihak JLASTU, hadir Prof. Pan Li sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik, didampingi Dekan Fakultas Pertanian, Chen Saopeng. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Zhang Henan, serta Dekan Fakultas Ilmu Komputer Hou Fangbo.
Hadir pula Direktur Kantor urusan Internasional, Wang Guo bersama dua stafnya, Wang Yuwei dan Li Longfei. Kehadiran pimpinan lintas fakultas tersebut menunjukkan JLASTU menyambut baik kunjungan UNEJ. Serta menunjukkan keseriusan kedua institusi dalam membangun kerja sama multidisiplin.
Baca juga:U NEJ Sabet Emas ASRRAT 2025, Transparansi Laporan Keberlanjutan Diakui Dunia
Saat dihubungi dari Jember (12/12/2025), Prof. M. Rondhi menceritakan diskusi berlangsung hangat, kedua pihak saling memaparkan visi dan arah pengembangan institusi masing-masing.
Pihak JLASTU menekankan fokus mereka pada penguatan pertanian berbasis komoditas unggulan seperti padi, jagung, dan hortikultura. Di sisi lain, UNEJ menjelaskan fokusnya pada pengembangan tanaman-tanaman tropis yang mencakup tanaman pangan, perkebunan, peternakan, dan berbagai komoditas industri.
Pemaparan tersebut memperlihatkan bahwa kedua institusi memiliki kekuatan keilmuan yang saling melengkapi dan membuka peluang kolaborasi yang luas.
Hadir pula Direktur Kantor urusan Internasional, Wang Guo bersama dua stafnya, Wang Yuwei dan Li Longfei. Kehadiran pimpinan lintas fakultas tersebut menunjukkan JLASTU menyambut baik kunjungan UNEJ. Serta menunjukkan keseriusan kedua institusi dalam membangun kerja sama multidisiplin.
Baca juga:U NEJ Sabet Emas ASRRAT 2025, Transparansi Laporan Keberlanjutan Diakui Dunia
Saat dihubungi dari Jember (12/12/2025), Prof. M. Rondhi menceritakan diskusi berlangsung hangat, kedua pihak saling memaparkan visi dan arah pengembangan institusi masing-masing.
Pihak JLASTU menekankan fokus mereka pada penguatan pertanian berbasis komoditas unggulan seperti padi, jagung, dan hortikultura. Di sisi lain, UNEJ menjelaskan fokusnya pada pengembangan tanaman-tanaman tropis yang mencakup tanaman pangan, perkebunan, peternakan, dan berbagai komoditas industri.
Pemaparan tersebut memperlihatkan bahwa kedua institusi memiliki kekuatan keilmuan yang saling melengkapi dan membuka peluang kolaborasi yang luas.
Lihat Juga :