Sistem Ijon Perkuat Link and Match Vokasi-Industri
Rabu, 16 September 2020 - 06:16 WIB
Mantan dekan vokasi Universitas Gadjah Mada ini menuturkan, sistem ijon yang didorong agar terwujud di KIK sangat selaras dengan beberapa strategi dasar Link and Match atau sinergi yang dilakukan bersama oleh satuan pendidikan vokasi dengan IDUKA. (Baca juga: Mendikbud: Kompetensi Guru untuk Kuasai Teknologi Menjadi Krusial )
Yaitu sinkronisasi kurikulum, menghadirkan guru/dosen tamu dari kalangan expert/industri minimal 50 jam/prodi/semester, program magang/prakerin minimal 1 semester di IDUKA, serta uji kompetensi/sertifikasi kompetensi bagi seluruh lulusan vokasi, dan bagi guru dan dosen vokasi.
Wikan menjelaskan, sistem Ijon merupakan perwujudan konsep cerdas dan taktis yang merangkum minimal empat strategi dasar link and match tersebut. Yang kemudian, katanya, diharmonisasikan dengan pemaknaan local wisdom yang mudah dipahami dan dicerna oleh seluruh pihak dan stakeholder.
"Semoga perjuangan kompak dan cerdas seluruh pihak dan stakeholder ini, akan mempercepat dampak positif dan signifikan yang diakibatkan oleh lahirnya jutaan lulusan vokasi yang kompeten dan unggul. Lulusan-lulusan yang benar-benar match dengan kebutuhan IDUKA, yang akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bangsa,” ungkapnya.
Yaitu sinkronisasi kurikulum, menghadirkan guru/dosen tamu dari kalangan expert/industri minimal 50 jam/prodi/semester, program magang/prakerin minimal 1 semester di IDUKA, serta uji kompetensi/sertifikasi kompetensi bagi seluruh lulusan vokasi, dan bagi guru dan dosen vokasi.
Wikan menjelaskan, sistem Ijon merupakan perwujudan konsep cerdas dan taktis yang merangkum minimal empat strategi dasar link and match tersebut. Yang kemudian, katanya, diharmonisasikan dengan pemaknaan local wisdom yang mudah dipahami dan dicerna oleh seluruh pihak dan stakeholder.
"Semoga perjuangan kompak dan cerdas seluruh pihak dan stakeholder ini, akan mempercepat dampak positif dan signifikan yang diakibatkan oleh lahirnya jutaan lulusan vokasi yang kompeten dan unggul. Lulusan-lulusan yang benar-benar match dengan kebutuhan IDUKA, yang akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bangsa,” ungkapnya.
(mpw)
Lihat Juga :