Pakar IPB University Ungkap Mitos Kucing Bikin Mandul, Ini Faktanya
Selasa, 06 Januari 2026 - 14:26 WIB
“Tidak semua kucing bisa terinfeksi Toxoplasma gondii. Banyak penelitian menunjukkan prevalensinya sangat rendah, apalagi pada kucing yang dipelihara di dalam rumah,” jelasnya.
Menurut dia, kucing dapat terinfeksi toksoplasma terutama jika memakan daging mentah atau hasil buruan seperti tikus yang telah mengandung kista parasit. Kucing yang terinfeksi dapat mengeluarkan parasit dalam bentuk ookista melalui feses. Namun, ookista tersebut tidak langsung bersifat infektif.
“Ookista yang keluar dari kotoran kucing itu awalnya belum infektif. Dia membutuhkan waktu sekitar satu sampai lima hari untuk menjadi infektif. Karena itu, membersihkan kotoran kucing setiap hari sangat penting,” katanya.
Baca juga: Gubernur DKI Terbitkan Pergub Larangan Perdagangan Daging Anjing dan Kucing
Ia menambahkan, kucing yang sudah pernah terinfeksi umumnya akan membentuk antibodi sehingga kecil kemungkinan kembali mengeluarkan ookista infektif di kemudian hari.
Untuk memastikan infeksi secara medis, pemeriksaan dapat dilakukan melalui feses kucing, meskipun hasilnya tidak selalu akurat. Pemeriksaan lanjutan seperti PCR atau uji imunologi juga dapat dilakukan di fasilitas kesehatan hewan.
Terkait penularan ke manusia, Leni menegaskan bahwa sumber utama infeksi toksoplasmosis justru berasal dari makanan, bukan dari kucing.
Menurut dia, kucing dapat terinfeksi toksoplasma terutama jika memakan daging mentah atau hasil buruan seperti tikus yang telah mengandung kista parasit. Kucing yang terinfeksi dapat mengeluarkan parasit dalam bentuk ookista melalui feses. Namun, ookista tersebut tidak langsung bersifat infektif.
“Ookista yang keluar dari kotoran kucing itu awalnya belum infektif. Dia membutuhkan waktu sekitar satu sampai lima hari untuk menjadi infektif. Karena itu, membersihkan kotoran kucing setiap hari sangat penting,” katanya.
Baca juga: Gubernur DKI Terbitkan Pergub Larangan Perdagangan Daging Anjing dan Kucing
Ia menambahkan, kucing yang sudah pernah terinfeksi umumnya akan membentuk antibodi sehingga kecil kemungkinan kembali mengeluarkan ookista infektif di kemudian hari.
Untuk memastikan infeksi secara medis, pemeriksaan dapat dilakukan melalui feses kucing, meskipun hasilnya tidak selalu akurat. Pemeriksaan lanjutan seperti PCR atau uji imunologi juga dapat dilakukan di fasilitas kesehatan hewan.
Terkait penularan ke manusia, Leni menegaskan bahwa sumber utama infeksi toksoplasmosis justru berasal dari makanan, bukan dari kucing.
Lihat Juga :