Cegah Rabies Sejak Dini, Program Edukasi Interaktif Sentuh 85 Sekolah di Bali
Sabtu, 10 Januari 2026 - 19:02 WIB
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali per 20 Juli 2025, terdapat 34.845 kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) yang menyebabkan 12 kasus kematian.
Dengan menargetkan siswa sekolah dasar, pendekatan yang interaktif dan latihan langsung menjadi pilihan utama untuk menciptakan program yang menarik dan berkesan.
Para siswa yang berpartisipasi mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari pemberian materi dasar tentang kesejahteraan hewan dan penyakit rabies, mengisi buku panduan, melakukan role-play situasi nyata, kuis untuk memperkuat pemahaman, hingga permainan kelompok yang mendorong kerja sama dan penerapan materi.
Melalui kegiatan-kegiatan ini, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan keterampilan untuk melindungi diri serta mencegah penyebaran rabies di lingkungan sekitar.
Argho Das, President Director Boehringer Ingelheim Indonesia, menyampaikan, “Rasanya sangat membanggakan dapat melihat program ini berdampak positif secara langsung. Rata-rata skor siswa yang mengikuti program ini meningkat dari 5 pada saat pre-test menjadi 8 pada saat post-test," katanya, melalui siaran pers, Jumat (9/1/2025).
Dia menjelaskan, para siswa sangat aktif dalam berpartisipasi di role-play, berinteraksi dengan booklet edukasi, dan bahkan membawa pulang poster untuk dipelajari lebih lanjut.
Dengan menargetkan siswa sekolah dasar, pendekatan yang interaktif dan latihan langsung menjadi pilihan utama untuk menciptakan program yang menarik dan berkesan.
Para siswa yang berpartisipasi mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari pemberian materi dasar tentang kesejahteraan hewan dan penyakit rabies, mengisi buku panduan, melakukan role-play situasi nyata, kuis untuk memperkuat pemahaman, hingga permainan kelompok yang mendorong kerja sama dan penerapan materi.
Melalui kegiatan-kegiatan ini, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan keterampilan untuk melindungi diri serta mencegah penyebaran rabies di lingkungan sekitar.
Argho Das, President Director Boehringer Ingelheim Indonesia, menyampaikan, “Rasanya sangat membanggakan dapat melihat program ini berdampak positif secara langsung. Rata-rata skor siswa yang mengikuti program ini meningkat dari 5 pada saat pre-test menjadi 8 pada saat post-test," katanya, melalui siaran pers, Jumat (9/1/2025).
Dia menjelaskan, para siswa sangat aktif dalam berpartisipasi di role-play, berinteraksi dengan booklet edukasi, dan bahkan membawa pulang poster untuk dipelajari lebih lanjut.
Lihat Juga :