Cegah Rabies Sejak Dini, Program Edukasi Interaktif Sentuh 85 Sekolah di Bali

Sabtu, 10 Januari 2026 - 19:02 WIB
"Menyaksikan mereka lebih percaya diri, memahami cara menjaga keselamatan diri, serta membagikan pengetahuan ini kepada keluarga dan komunitas membuktikan bahwa pendidikan hari ini menciptakan masa depan yang lebih sehat dan aman. Inilah yang menjadi tujuan kami, untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan juga hewan," tambahnya.

Dalam pelaksanaan kampanye edukasi SD4G 2025 – Stop Rabies, Boehringer Ingelheim menggandeng BAWA berkat pengalaman panjang, jangkauan komunitas yang kuat, serta kemampuan organisasi dalam berinteraksi secara efektif dengan anak-anak.

Sejak 2017, BAWA telah memberikan edukasi kepada lebih dari 414.000 siswa di seluruh Bali melalui berbagai program terkait kesejahteraan hewan, mulai dari pengendalian rabies, sterilisasi, hingga kesiapsiagaan bencana.

Cynthia, Event, Fundraising, and Communication Coordinator BAWA, mengatakan, rabies masih menjadi ancaman serius, dan banyak anggota masyarakat belum sepenuhnya memahami bahayanya.

"Dengan populasi anjing liar lebih dari 500.000 ekor di Bali dan banyaknya anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan, sangat penting untuk terus mendorong perilaku aman melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), memperkuat keterlibatan masyarakat, serta mendukung upaya pemberantasan rabies yang berkelanjutan," ujarnya.

"BAWA juga berharap anak-anak di Bali dapat semakin memahami pencegahan rabies serta tumbuh dengan rasa sayang dan kepedulian terhadap hewan melalui program edukasi yang dilakukan BAWA bekerjasama dengan Boehringer Ingelheim Indonesia," pungkasnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!