Beasiswa Patriot: Strategi Transformasi Transmigrasi Melalui Akademik Sumber Daya Unggul

Senin, 12 Januari 2026 - 10:00 WIB
“Memiliki minat dan komitmen untuk berkontribusi dalam penciptaan pertumbuhan ekonomi baru di kawasan ekonomi transmigrasi terintegrasi,” katanya saat Rapat Pimpinan (Rapim) di Kantor Kementerian, Rabu (7/1).

Kemudian sejumlah aspek utama juga dibahas, mulai dari skema seleksi peserta, sebaran perguruan tinggi mitra, tematik besar riset dan tesis, hingga pola penugasan mahasiswa di kawasan transmigrasi. Program ini diarahkan untuk mendukung penciptaan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia.

Baca juga: Sambut Investasi China, Wamen Viva Yoga Dukung Industrialisasi Bambu di Kawasan Transmigrasi

Rapat juga menyepakati bahwa penerima Beasiswa Patriot akan menjalani masa pendidikan sekaligus pengabdian di kawasan transmigrasi, dengan fokus awal pada beberapa lokasi prioritas, antara lain Barelang (Kepulauan Riau), Kalukku (Sulawesi Barat), dan Salor (Papua Selatan). Target awal pelepasan peserta direncanakan pada pertengahan 2026.

Melalui Rapim ini, Kementerian Transmigrasi menegaskan komitmennya untuk menyiapkan Beasiswa Patriot secara matang, terukur, dan akuntabel, agar mampu menjadi program unggulan dalam mendukung pembangunan kawasan transmigrasi berbasis sumber daya manusia unggul.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!