FEB UNJ Gelar Employer Meeting 2026, Fokus Bentuk Lulusan Siap Hadapi Dunia Kerja
Jum'at, 23 Januari 2026 - 18:01 WIB
Integrasi mata kuliah seperti business intelligence, digital finance, automation in services, dan tech-driven marketing dinilai perlu diperkuat sejak jenjang sarjana. Selain itu, literasi keuangan digital dan investasi—termasuk program literasi emas yang dikembangkan Pegadaian—dipandang sebagai kompetensi praktis yang relevan bagi mahasiswa.
Pilar ketiga adalah kemampuan komunikasi dan kolaborasi lintas sektor. Keterampilan berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia, Inggris, maupun Mandarin, kemampuan public speaking, negosiasi, serta kerja tim menjadi penentu kesiapan lulusan di lingkungan kerja multikultural dan interdisipliner.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, FEB UNJ didorong untuk mendesain ulang model pembelajaran agar lebih fleksibel dan responsif. Beberapa terobosan yang mengemuka antara lain pengembangan program fast track dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) guna mempercepat masa studi tanpa mengurangi kualitas akademik.
Selain itu, gagasan kelas khusus bersama industri—dengan jumlah mahasiswa terbatas dan pendampingan langsung oleh praktisi—dipandang sebagai model efektif untuk menjembatani dunia kampus dan dunia kerja. Penguatan sertifikasi kompetensi dan mikrokredensial yang diakui industri juga menjadi strategi penting dalam meningkatkan daya saing lulusan sejak dini.
Pilar ketiga adalah kemampuan komunikasi dan kolaborasi lintas sektor. Keterampilan berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia, Inggris, maupun Mandarin, kemampuan public speaking, negosiasi, serta kerja tim menjadi penentu kesiapan lulusan di lingkungan kerja multikultural dan interdisipliner.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, FEB UNJ didorong untuk mendesain ulang model pembelajaran agar lebih fleksibel dan responsif. Beberapa terobosan yang mengemuka antara lain pengembangan program fast track dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) guna mempercepat masa studi tanpa mengurangi kualitas akademik.
Selain itu, gagasan kelas khusus bersama industri—dengan jumlah mahasiswa terbatas dan pendampingan langsung oleh praktisi—dipandang sebagai model efektif untuk menjembatani dunia kampus dan dunia kerja. Penguatan sertifikasi kompetensi dan mikrokredensial yang diakui industri juga menjadi strategi penting dalam meningkatkan daya saing lulusan sejak dini.
(nnz)
Lihat Juga :