Cetak Inovator Sejak Dini, Sekolah Kharisma Bangsa Gelar STEAM Expo 2026

Senin, 02 Februari 2026 - 16:09 WIB
“Anak-anak dibagi menjadi tiga kategori dulu, mau Science, Math, atau STEAM. Setelah itu baru dibagi lagi menjadi grup kecil untuk mengerjakan proyeknya,” jelasnya.

Menurut Khumair, mengenalkan riset kepada siswa SD memang menjadi tantangan tersendiri bagi guru. Oleh karena itu, sekolah menyediakan sesi pembelajaran khusus sebagai bagian dari persiapan STEAM Expo.

“Guru selalu mendampingi setiap proses. Kami siapkan lesson khusus di kelas untuk preparation STEAM ini,” katanya.

Ia menambahkan, pengenalan riset mulai dilakukan sejak siswa duduk di kelas 4. Seluruh mata pelajaran akademik turut berperan dalam memperkenalkan konsep riset, dengan pendekatan pembelajaran yang terintegrasi antara Science, Math, dan STEAM.

Untuk memudahkan siswa SD, tema proyek telah disiapkan oleh sekolah. Siswa kemudian berdiskusi untuk memilih tema yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka.

Menariknya, proses pengerjaan proyek STEAM ini juga masuk ke dalam penilaian akademik siswa. “Nilainya masuk ke rapor. Jadi bukan hanya juara yang dapat hadiah, tapi proses pengerjaannya juga dinilai dan masuk ke gradebook,” ungkap Khumair.

Ia mengakui bahwa tantangan terbesar yang dihadapi siswa biasanya muncul pada tahap awal. “Yang paling sulit itu di ide dan perencanaannya. Kalau pelaksanaan justru relatif lebih mudah,” tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!