UNEJ Gandeng OJK Hadirkan Asuransi Pertanian Modern Berbasis Teknologi
Minggu, 15 Februari 2026 - 06:30 WIB
Namun, ada satu syarat utama: petani wajib berbasis teknologi. UNEJ menghadirkan sistem precision agriculture yang memanfaatkan sensor, data logger, dan pemantauan berbasis GPS untuk memastikan seluruh proses budidaya terdokumentasi secara akurat.
“Teknologi digunakan untuk monitoring. Apakah ada bencana, perubahan iklim, atau faktor force majeure seperti gunung meletus. Kalau itu terjadi, tentu berhak klaim. Tapi kalau karena kelalaian dan tidak ada data, tidak bisa,” tegasnya.
Artinya, praktik pertanian konvensional tanpa pencatatan digital tidak lagi relevan dalam skema ini. Setiap tahapan, mulai dari pemilihan bibit, proses tanam, hingga panen harus sesuai SOP dan terdokumentasi. Bahkan manipulasi lokasi atau fake GPS menjadi salah satu risiko yang diantisipasi sistem.
Baca juga: Lulusan Terbaik UNEJ, Teguh Efendi Raih IPK 3,71 dan Sertifikasi Data Scientist
Prof. Bayu menjelaskan, teknologi yang digunakan merupakan produk riset UNEJ yang telah dipatenkan dan diproduksi melalui startup berbasis inovasi. Saat ini terdapat lebih dari 20 produk teknologi pertanian yang siap mendukung implementasi asuransi berbasis data tersebut.
“Kalau sudah paten, tidak bisa diperjualbelikan pihak lain. Produksinya melalui startup, karena UNEJ bukan lembaga komersial,” jelasnya.
Saat ini, pembahasan teknis terkait implementasi skema masih terus dimatangkan bersama para pemangku kepentingan dan lembaga terkait di bawah pengawasan OJK. Fokus utama pengembangan diarahkan pada penguatan sistem monitoring, standar tata kelola, serta kesiapan ekosistem pertanian berbasis teknologi sebelum implementasi nasional dilakukan secara penuh.
“Teknologi digunakan untuk monitoring. Apakah ada bencana, perubahan iklim, atau faktor force majeure seperti gunung meletus. Kalau itu terjadi, tentu berhak klaim. Tapi kalau karena kelalaian dan tidak ada data, tidak bisa,” tegasnya.
Artinya, praktik pertanian konvensional tanpa pencatatan digital tidak lagi relevan dalam skema ini. Setiap tahapan, mulai dari pemilihan bibit, proses tanam, hingga panen harus sesuai SOP dan terdokumentasi. Bahkan manipulasi lokasi atau fake GPS menjadi salah satu risiko yang diantisipasi sistem.
Baca juga: Lulusan Terbaik UNEJ, Teguh Efendi Raih IPK 3,71 dan Sertifikasi Data Scientist
Prof. Bayu menjelaskan, teknologi yang digunakan merupakan produk riset UNEJ yang telah dipatenkan dan diproduksi melalui startup berbasis inovasi. Saat ini terdapat lebih dari 20 produk teknologi pertanian yang siap mendukung implementasi asuransi berbasis data tersebut.
“Kalau sudah paten, tidak bisa diperjualbelikan pihak lain. Produksinya melalui startup, karena UNEJ bukan lembaga komersial,” jelasnya.
Saat ini, pembahasan teknis terkait implementasi skema masih terus dimatangkan bersama para pemangku kepentingan dan lembaga terkait di bawah pengawasan OJK. Fokus utama pengembangan diarahkan pada penguatan sistem monitoring, standar tata kelola, serta kesiapan ekosistem pertanian berbasis teknologi sebelum implementasi nasional dilakukan secara penuh.
Lihat Juga :