Kisah dr Rafli, Lulusan Terbaik FK UI yang Raih Gelar Doktor dengan IPK 4,00

Senin, 16 Februari 2026 - 11:23 WIB
Disertasinya berjudul Pengembangan Model Machine Learning dalam Memprediksi Keberhasilan Tata Laksana pada Anak dengan Epilepsi Resisten Obat. Ringkasnya, dr. Rafli dengan bimbingan guru-gurunya mengembangkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk membantu para dokter dalam memprediksi keberhasilan pengobatan anak-anak dengan epilepsi resisten obat.

Selain itu, penelitian ini turut menghasilkan protokol pemeriksaan MRI kepala baru yang dapat mendeteksi fokus kejang di otak. Dokter Rafli tergerak melakukan penelitian ini lantaran acap kali mengamati perjuangan pasien dengan kejang yang belum terkontrol meski sudah diberikan cukup banyak obat. “Harapan saya, teknologi ini bisa membuat pengobatan epilepsi pada anak jadi lebih efektif,” jelas dr. Rafli.

Pengakuan Internasional



Kontribusi penelitian tersebut mengantarkan dr. Rafli meraih Global Burden Fellowship Award dari International Child Neurology Association (ICNA) di tahun 2025. Selain menjadi suatu prestasi individu yang membanggakan, penghargaan ini menjadi bukti bahwa penelitian dari Indonesia mampu berkontribusi di tingkat dunia.

Saat ini, dr. Rafli tengah mempersiapkan penelitian post-doctoral yang direkognisi oleh ICNA. Proyeksi hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat diterapkan di negara-negara berkembang.

Sebagai alumni FKUI yang memulai perjalanan studi dari jenjang dokter umum, spesialis, subspesialis, hingga doktoral, dr. Rafli menegaskan bahwa keberhasilan akademik harus senantiasa bermuara pada kebermanfaatan bagi sesama.

“Setinggi apa pun gelar yang kita raih, tujuan akhirnya adalah untuk menolong sesama. Keberhasilan kita adalah titipan, di dalamnya ada doa orang tua, dukungan keluarga, bimbingan guru, serta kepercayaan dari pasien yang kita layani,” pesannya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!