Semprot Parfum di Leher Berisiko Kanker Tiroid? Pakar IPB Bilang Begini
Kamis, 26 Februari 2026 - 06:30 WIB
Meski demikian, ia menegaskan bahwa dampak tersebut tidak terjadi secara instan dan umumnya berlangsung perlahan. Tidak semua penggunaparfumjuga akan mengalami gangguan kesehatan.
“Tidak berarti setiap orang yang memakaiparfumakan sakit. Namun, pemakaian berlebihan dan terus-menerus selama bertahun-tahun dapat meningkatkan risiko gangguan hormon, terutama pada ibu hamil, anak-anak dan remaja, serta orang dengan gangguan hormon sebelumnya,” kata dr Agil.
Untuk meminimalkan risiko kesehatan jangka panjang, ia menyarankan masyarakat tetap bijak dalam menggunakanparfum. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain menyemprotkanparfumpada pakaian, bukan langsung ke kulit, menghindari pemakaian rutin di area leher atau ketiak, serta menggunakanparfumsecukupnya.
“Jika memungkinkan, pilih produk yang mencantumkan label‘phthalate-free’atau‘paraben-free’,” tutup dr Agil.
“Tidak berarti setiap orang yang memakaiparfumakan sakit. Namun, pemakaian berlebihan dan terus-menerus selama bertahun-tahun dapat meningkatkan risiko gangguan hormon, terutama pada ibu hamil, anak-anak dan remaja, serta orang dengan gangguan hormon sebelumnya,” kata dr Agil.
Untuk meminimalkan risiko kesehatan jangka panjang, ia menyarankan masyarakat tetap bijak dalam menggunakanparfum. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain menyemprotkanparfumpada pakaian, bukan langsung ke kulit, menghindari pemakaian rutin di area leher atau ketiak, serta menggunakanparfumsecukupnya.
“Jika memungkinkan, pilih produk yang mencantumkan label‘phthalate-free’atau‘paraben-free’,” tutup dr Agil.
(nnz)
Lihat Juga :